25 September 2020, 06:00 WIB

Gaungkan Kesadaran Kontrasepsi


Wan/H-2 | Humaniora

AKAN ada 420 ribu kehamilan baru yang tidak direncanakan karena turunnya penggunaan kontrasepsi modern selama masa pandemi covid-19. Untuk itulah, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggaungkan kembali kesadaran berkontrasepsi seiring dengan kompleksnya permasalahan.

“Kami berpesan sebaiknya ditunda dulu dengan penggunaan alat kontrasepsi guna menghindari kehamilan dalam waktu dekat,” ujar Deputi Bidang Keluarga Berencana (KB) Kesehatan Reproduksi (KR) BKKBN Eni Gustina, Kamis (24/9), dalam webinar menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia 2020 pada 26 September.

Sebelumnya, United Nation Population Fund (UNFPA) PBB pada Juni 2020 telah memperingatkan akan ada 47 juta perempuan kehilangan akses pelayanan kontrasepsi modern karena pandemi covid-19 yang berpotensi memunculkan 7 juta kehamilan yang tidak direncanakan.

Dari hasil studi terhadap pola konsumsi kontrasepsi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, perusahaan pemasaran alat kontrasepsi DKT Indonesia menemukan sejumlah informasi penting. Sebanyak 56% bidan menyatakan bahwa pandemi tidak berdampak terhadap kegiatan praktik kliniknya.

Beberapa responden mengaku takut untuk datang ke klinik. Namun, selama 2 bulan terakhir situasi itu mulai mencair seiring dengan adanya pelonggaran PSBB. Di sisi lain, sebagian kecil responden tidak melanjutkan suntikan KB karena menurunnya daya beli mereka. “Ini perlu diantisipasi,” ujar Head of Strategic Planning DKT Indonesia, Aditya A Putra.

Untuk mendukung kampanye penggunaan kontrasepsi di Indonesia, DKT meluncurkan Elzsa, pil KB baru yang diklaim minim efek samping. Melati Gultom, Brand Manager Pil KB Elzsa, mengatakan pil ini mengandung hormon kombinasi cyproterone acetate dan juga ethinylestradiol untuk menjaga keseimbangan hormon pada perempuan sehingga menstruasi lebih teratur dan juga memberikan manfaat tambahan pada kesehatan kulit. (Wan/H-2)

BERITA TERKAIT