25 September 2020, 05:20 WIB

Laba Maybank Indonesia masih Tumbuh di Semester I


Des/E-1 | Ekonomi

PT Bank Maybank Indonesia Tbk berhasil meraih kenaikan laba bersih setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) sebesar 7,0% menjadi Rp809,7 miliar pada semester I 2020.

“Kinerja itu didukung peningkatan pendapatan nonbunga (fee based income) dan pengelolaan biaya strategis secara berkelanjutan (sustained strategic cost management),” ungkap Direktur Finance, Financial Planning, Performance Management, dan Procurement & Premises Maybank Indonesia Thila Nadason dalam Paparan Publik (Public Expose) Maybank Indonesia secara daring, kemarin.

Maybank Indonesia mencatat kenaikan pendapatan fee based sebesar 1,4% menjadi Rp1,2 triliun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni terdapat pendapatan fee nonrutin sebesar Rp101,0 miliar dari hasil penyelesaian arbitrase domestik.

“Bila pendapatan fee nonrutin tersebut tidak diperhitungkan, Maybank Indonesia mencatat ke­naikan fee 11,0% yang berasal dari fee global market, bancassurance dan wealth management, serta biaya transaksi e-channel,” sambungnya.

Thila melanjutkan profil pendanaan Maybank Indonesia juga terus menguat, seperti tecermin dari peningkatan rasio CASA dari 33,1% pada Ju­­ni 2019 menjadi 40,0% pada Juni 2020, dengan ta­bungan meningkat  9,9%.

“Peningkatan CASA merupakan hasil penerapan strategi kami untuk mengurangi pendanaan berbiaya tinggi melalui penyediaan layanan cash ma­na­­gement berbasis perbankan digital,” ujar Thila.

Maybank Indonesia juga telah mengalihkan upa­ya untuk meningkatkan peluang bisnis di te­ngah kondisi pasar yang menantang dengan mengoptimalkan layanan perbankan digital mela­lui Maybank2u (M2U).

Transaksi keuangan yang dilakukan melalui M2U naik 136% menjadi 4,5 juta transaksi pada semester I 2020. Selain itu, terdapat juga 34 ribu pembukaan rekening tabungan/deposito dan lebih dari 45 ribu rekening baru dibuka melalui M2U.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria menambahkan bahwa terlepas dari kondisi pasar yang kurang kondusif, perbankan telah berhasil membukukan hasil positif dalam enam bulan pertama 2020.

“Kami telah mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut terhadap portofolio bank atas pandemi global yang terjadi,” kata Taswin. (Des/E-1)

BERITA TERKAIT