25 September 2020, 02:10 WIB

Hattrick Perdana untuk the Blues


Akmal Fauzi | Sepak Bola

KAI Havertz sukses mencuri perhatian setelah mampu mengemas hattrick saat Chelsea mengalahkan Barnsley 6-0 pada babak ketiga Piala Liga Inggris, kemarin dini hari WIB. 

Torehan tersebut menjadi hattrick perdana Havertz setelah melalui 153 laga profesional di klub. Kontribusi Havertz di pertandingan itu juga didukung gol yang dicetak Tammy Abraham, Ross Barkley, dan Olivier Giroud.

Havertz yang masih berusia 21 tahun pun membuktikan banderol mahalnya yang mencapai senilai 71 juta pound sterling (Rp1,38 triliun). “Itu semua yang saya inginkan malam itu untuknya. Karena Kai tidak menjalani pramusim dan penandatanganan untuk klub membutuhkan beberapa hari untuknya juga,” kata pelatih Chelsea Frank Lampard.

Permainan apik Havertz diyakini Lampard tidak akan terjadi satu kali saja di the Blues. “Ini yang pertama dari banyak malam luar biasa baginya,” sambung dia. 

Havertz sebelumnya sempat menjadi sasaran kritik setelah tampil kurang maksimal dalam dua laga awal Chelsea musim ini. Lampard pun sudah pasang badan terkait hal itu. Ia sabar menunggu Kai Havertz fit dan tampil impresif.

Di laga lain, Arsenal juga berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Leicester City di King Power Stadium, kemarin. Kemenangan itu memperpanjang rekor apik Mikel Arteta sejak melatih Arsenal di kompetisi domestik.

Sepasang gol kemenangan the Gunners tercipta lewat gol bunuh diri bek Leicester Christian Fuchs dan Edward Nketiah. Seusai pertandingan, Arteta memuji mental para pemainnya dan tidak hanya yang senior, juga yang muda. 

“Kami datang ke sini untuk memenangi pertandingan dan kami pantas memenangi pertandingan. Saya senang dengan cara para pemain muda berkembang dan cara mereka bermain,” kata Arteta.

Sementara itu, absennya Jamie Vardy dan Timothy Castagne yang beberapa pekan terakhir tampil bagus membuat the Foxes seperti kehilangan ketajamannya ketika menjamu Arsenal. Pelatih Leicester Brendan Rodgers mengaku kecewa atas dua gol yang terlalu mudah bersarang ke jala timnya.


Memudar

Jelang bursa transfer yang akan berakhir pekan depan, Manchester United dinilai tidak lagi seperti satu dekade lalu ketika ingin mendatangkan pemain. 

Dalam perburuan musim kali ini Ole Gunnar Solskjaer terkesan kesulitan merayu berbagai terget utama yang ingin dibawa ke ke Old Traffod. United pun mau tidak mau harus rela jika dibandingkan dengan Chelsea dan tim lain yang bisa mendapatkan pemain impiannya.

“Untuk mencoba dan menyamai Liverpool dan Manchester City, mereka harus berhenti membeli untuk memperbaiki tim. Saat ini mereka bersaing untuk tipe pemain yang sama. Itu seperti pedang bermata dua,” tutur Cole yang menyarankan agar United tidak gegabah saat berbelanja.

Cole menyebutkan di saat United mendominasi, baik itu di liga maupun di kompetisi mana pun, semua pemain terbaik ingin bergabung. Mereka datang karena satu alasan yang sama, yakni mereka memiliki peluang untuk juara dan menurut Cole itu menjadi persoalan saat ini.

Sebaliknya saat tim tidak memiliki kesempatan untuk juara, tidak ada pemain yang ingin jadi bagian United. Terlebih ketika para rival seperti Liverpool atau City sama-sama tertarik dengan pemain yang dibidik.

Dengan 10 hari tersisa sampai bursa transfer musim panas ditutup, United masih kesulitan mendatangkan beberapa nama buruan mereka dan sejauh ini masih membutuhkan tambahan pemain untuk posisi sayap kanan, bek kiri, dan bek tengah. (Dro/Goal/Skysports/R-3)
 

BERITA TERKAIT