25 September 2020, 01:15 WIB

Korea Utara Tembak Mati Warga Korea Selatan


MI | Internasional

KEMENTERIAN Pertahanan Korea Selatan kemarin melaporkan bahwa pasukan Korea Utara telah menembak mati seorang pegawai perikanan asal Korea Selatan.

Pria berusia 47 tahun itu tengah berada di atas kapal di dekat pulau perbatasan barat Yeonpyeong saat kejadian berlangsung. Seusai menganalisis data intelijen, militer Korea Selatan menemukan keterlibatan negara tetangganya setelah korban menghilang dari kapal patroli dan berakhir di perairan Pyongyang.

“(Kami) mengonfirmasi bahwa Korea Utara menembak seorang warga Korea Selatan di laut dan mengkremasi tubuhnya,” ungkap pihak militer Korsel.

“Kami dengan tegas memperingatkan Korea Utara bahwa semua tanggung jawab atas insiden ini ada di tangan mereka,” tambah kementerian itu.

Tidak dijelaskan bagaimana pria itu bisa berada di dalam air. Namun, laporan sebelumnya mengatakan bahwa sepatu korban ditemukan di atas kapal patroli yang mengarah ke spekulasi bahwa korban mungkin mencoba membelot.

Hingga kini alasan pasti mengapa korban ditembak masih belum diketahui. Namun, pasukan Korea Utara mungkin bertindak tegas terkait penutupan wilayah menyusul pandemi covid-19.


Terisolasi

Pada Juli 2020, seorang pembelot Korea Utara yang melarikan diri ke Selatan tiga tahun lalu telah menyelinap kembali ke perbatasan kedua negara yang dijaga ketat.

Kedatangannya mendorong pejabat Korea Utara untuk mengunci kota perbatasan Kaesong, lantaran khawatir akan penyebaran covid-19. Komandan Pasukan AS di Semenanjung Korea, Robert Abrams, mengatakan awal bulan ini bahwa pihak berwenang Korea Utara telah mengeluarkan perintah tembak mati bagi suspect untuk mencegah masuknya virus korona ke negara itu. 

Pasukan keamanan Korea Utara kini berjaga ketat di perbatasan dengan Tiongkok dan Korea Selatan. Korut, yang terisolasi dan dengan sistem kesehatan yang kurang memadai, tengah berjuang untuk mengatasi wabah covid-19. 

Namun, negara itu belum mengonfirmasi jumlah kasus yang mereka alami. Pyongyang menutup perbatasannya dengan Tiongkok pada Januari untuk mencoba mencegah kontaminasi. Di bulan Juli, media setempat mengatakan pemerintah Korut telah meningkatkan keadaan darurat ke tingkat maksimum.(AFP/Van/X-11)
 

BERITA TERKAIT