24 September 2020, 19:45 WIB

IOC Tetap Optimistis Olimpiade Tokyo Akan Digelar


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

PRESIDEN Komite Olimpiade International (IOC) Thomas Bach mengungkapkan, Olimpiade Tokyo akan tetap berlangsung tahun depan bahkan meski belum ditemukannya vaksin covid-19.

Penegasan itu disampaikannya seusai melakukan pertemuan dengan panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020. Ia pun berjanji akan membuat acara yang ditunda itu menjadi kebangkitan olahraga dunia meskipun di tengah ketidak pastian pandemi covid-19.

Baca juga: Olimpiade Tokyo: Ditunda, Tapi Jadwal Tidak Berubah

"Kita bisa melihat olahraga kembali perlahan tapi pasti, dan sejumlah acara olahraga besar telah sukses diselenggarakan baru-baru ini, termasuk pertandingan di berbagai liga Jepang," kata Bach.

"Juga acara yang sangat kompleks seperti Tour de France dan lainnya, yang menunjukkan kepada kami dan menunjukkan kepada dunia bahwa kita dapat menyelenggarakan acara olahraga yang aman bahkan tanpa vaksin," imbuhnya.

Meski demikian, ia tetap berharap agar vaksi dapat segera ditemukan sebelum Olimpiade Tokyo dimulai. "Tentu saja itu akan sangat memudahkan (jika ditemukan vaksin)," tuturnya.

Bach mengatakan, saat ini seluruh pihak masih bekerja demi kelancaran penyelenggaraang Olimpiade Tokyo. Ia menyebutkan tidak akan memaksa penyelenggara untuk melakukan pengumuman tentang bagaimana Olimpiade akan berlangsung secara terburu-buru. Semuanya, kata dia harus dikerjakan dengan hati-hati.

"Kami harus bekerja dengan rajin dan kami harus bekerja secara komprehensif, lalu pada waktu yang tepat kami akan mengambil keputusan yang tepat," katanya.

"Saya yakin kami akan membuat Olimpiade ini, menjadi Olimpiade yang bersejarah, kami akan membuatnya sukses, dan kami akan membuatnya sukses bersama."

Sebelumnya diberitakan bahwa Olimpiade Tokyo 2020 ditunda hingga tahun depan akibat virus covid-19 yang mematikan menyebar ke seluruh dunia.

IOC lalu melakukan penjadwalan ulang untuk penyelenggaraan Olimpiade pada 23 Juli 2021 mendatang. Panitia menyebut akan  membuat protokol kesehatan untuk memberikan rasa aman dari virus covid-19 bagi semua yang terlibat. (Rif/AFP/A-1)

 

BERITA TERKAIT