24 September 2020, 20:35 WIB

Begini Prosedur OTG Covid-19 diisolasi di RS Wisma Atlet


Putri Anisa Yuliani | Humaniora

PEMERINTAH pusat dan Pemerintah Provinsi DKI telah mewajibkan warga yang terpapar covid-19 namun tanpa gejala menjalani isolasi di RS Wisma Atlet.

Kepala CKM Stefanus Dony mengatakan, ada proses yang harus ditempuh orang tanpa gejala (OTG) covid-19 agar bisa diisolasi di Wisma Atlet. Pertama, warga yang terkonfirmasi positif harus melaporkan kepada puskesmas setempat.

Setelahnya, puskesmas akan melakukan asesmen kepada warga itu untuk dipastikan sesuai sebagai warga yang bisa menjalani isolasi mandiri di RS Wisma Atlet.

"Ada asesmen. Kalau memang rumahnya tidak memenuhi untuk isolasi mandiri, puskesmas akan mendaftarkannya melalui aplikasi agar mendapat tempat tidur isolasi di RS Wisma Atlet," kata Dony dalam diskusi virtual bertema 'Prosedur Isolasi OTG Covid-19, Mudah atau Sulitkah?' yang disiarkan di akun YouTube BNPB, Kamis (24/9).

Aplikasi ini menurutnya sangat mempermudah pendataan keluar masuk OTG di RS Wisma Atlet. Sehingga, setiap saat ketersediaan tempat tidur isolasi di RS Wisma Atlet bisa dilihat secara real time.

"Kita kan berhubungan terus dengan puskesmas. Kita koordinasi, ada WA grup. Jadi kalau mereka ada OTG yang mau didaftarkan biasanya tanya dulu, 'ada nggak nih kamar?'. Nah, kita tinggal lihat ada atau nggak. Kalau ada mereka daftarkan OTG tersebut lewat aplikasi," terangnya.

Setelah pasien OTG dipastikan sudah didaftarkan, selanjutnya akan diantar menggunakan ambulans puskesmas maupun ambulans dari UPT Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan DKI yang khusus disediakan untuk menjemput pasien-pasien covid-19.

Baca juga : Jangan Abaikan Protokol Kesehatan di Tengah Keluarga

"Setelah sampai di sana harus menunjukkan beberapa dokumen di antaranya harus membawa surat rujukan dari puskesmas setempat, surat hasil PCR tertanda positif covid-19, Surat Keterangan Tidak Mampu, dan ada surat yang menyatakan dia bisa mengurus dirinya sendiri, tidak membutuhkan bantuan orang lain," terangnya.

Menurut Dony, surat rujukan dari puskesmas penting sebagai pendataan baik bagi RS Wisma Atlet serta dari puskesmas yang terkait.

"Kan mereka juga harus punya data, berapa penduduk yang mereka tangani yang ada di kami. Dari kami juga butuh pendataan berapa OTG yang diantar dari puskesmas wilayah tertentu," ungkapnya.

Ia memastikan prosedur isolasi mandiri di Wisma Atlet sangat mudah karena telah dibantu aplikasi. Melalui aplikasi itu, pasien OTG yang datang tidak perlu melakukan pendaftaran manual.

"Selain bawa syarat tadi, OTG tinggal sebut nama saja dan kita tinggal klik di komputer saja untuk menerima. Makanya cepat. Kan pas pertama kali Wisma Atlet dibuka itu yang datang sampai 200 orang sampai 300 orang. Bayangkan itu kalau tidak ada aplikasi harus tulis datanya satu-satu, petugas kami kan terbatas," imbuhnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT