24 September 2020, 20:10 WIB

Satu Lagi Pemred The Jakarta Post Masuk BUMN


Rudy Polycarpus | Ekonomi

PADA Pilpres 2014, Harian The Jakarta Post secara terbuka mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang kemudian terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019.

Dukungan itu bisa dilihat dalam editorialnya yang bertajuk “Endorsing Jokowi”, edisi 4 Juli 2014.

Pemimpin Redaksi The Jakarta Post kala itu, Meidyatama Suryodiningrat mengatakan dukungan terbuka itu dilakukan setelah melalui pertimbangan yang matang dan pertama kali dilakukan dalam sejarah koran tersebut.

1,5 tahun kemudian atau tepatnya Januari 2016, pria yang karib disapa Dimas itu dilantik menjadi Dirut Kantor Berita Antara. Dimas masih dipercaya memimpin kantor berita milik pemerintah itu hingga sekarang.

Dimas bukan Pemred terakhir The Jakarta Post yang dipercaya pemerintahan Presiden Jokowi untuk mengisi posisi di perusahaan pelat merah.

Pada periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi, Pemred The Jakarta Post Nezar Patria diltunjuk menjadi Direktur Kelembagaan PT Pos Indonesia.

Perombakan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-301/MBU/09/2020 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perseroan PT Pos Indonesia.

Adapun susunan baru direksi PT Pos Indonesia yakni, Direktur Utama dijabat oleh Faizal Rochmad Djoemadi, Tonggo Marbun (Direktur SDM & Umum), Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman (Direktur Keuangan), Nezar Patria (Direktur Kelembagaan), Hariadi (Direktur Kurir & Logistik), dan Charles Sitorus (Direktur Jaringan & Layanan Keuangan).

"Diharapkan direksi berikutnya dapat menuntaskan agenda besar Pos Indonesia, dan oleh karenanya mohon restu dan kerja sama seluruh pihak yang ingin tumbuh bersama Pos Indonesia menuju potensi bisnis yang maksimal dan berkelanjutan," ujar Sekretaris Perusahaan Pos Indonesia Pupung Purnama, Kamis (24/9).

Nezar memiliki rekam jejak yang panjang sebagai jurnalis. Pria kelahiran Aceh itu bekerja di The Jakarta Post sejak 2015. Ia kemudian memimpin koran berbahasa inggris itu pada Februari 2018. Nezar juga pernah bekerja di portal berita Vivanews.com dan Tempo. Mantan aktivis 1998 itu pernah juga menjabat anggota Dewan Pers periode 2016-2019.

Pada 2014, Nezar sebagai Dewan Pers pernah memprotes penetapan Dimas menjadi tersangka penistaan agama oleh Polda Metro Jaya. Kala itu Dimas masih menjadi Pemred The Jakarta Post. (Ant/OL-8)



















 

BERITA TERKAIT