24 September 2020, 19:59 WIB

Persebaya Dukung Sanksi Klub yang Suporternya Bandel ke Stadion


Widhoroso | Sepak Bola

PSSI selaku induk federasi sepakbola Indonesia dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) membuat rencana untuk menghukum klub yang suporternya datang ke stadion saat pertandingan Liga 1 2020 berlangsung.

Hukumannya tak main-main, klub yang suporternya kedapatan bandel datang ke stadion atau membuat perkumpulan, bakal dinyatakan kalah. Hal ini diterapkan demi menghindari perkumpulan massa di masa pandemi Covid-19.

Pelatih Persebaya Aji Santoso melihat hal positif dari wacana hukuman tersebut. Menurutnya, saat ini semua pihak harus mematuhi peraturan, termasuk menjaga protokol kesehatan termasuk menghindari keramaian.

"Kalau seumpama nanti itu menjadi aturan final dari federasi, tentunya suporter, tidak hanya Bonek, semua harus mematuhi itu," beber Aji, dikutip laman resmi Persebaya, Kamis (24/9).

"Kalau memang nantinya PSSI memberikan hukuman kekalahan bagi tim yang suporternya berkumpul di stadion, saya mendukung. Karena federasi melihat hal yang lebih besar," sambung Aji mantan pelatih PSIM Jogja dan Persela Lamongan itu menambahkan.

Memang, sudah dibuat ketentuan oleh PSSI dan LIB bahwa pertandingan Liga 1 dan Liga 2 bakal digelar tanpa suporter di stadion, dengan protokol kesehatan ketat. BNPB juga menegaskan hal tersebut adalah keharusan.

"Pastinya PSSI dan LIB ingin pertandingan berjalan dengan lancar dan Covid-19 tidak akan menular dan menyebar. Makanya pemikiran ini menurut saya sangat bagus karena kami berkompetisi dalam kondisi tidak normal," ungkap Aji.

Candra Wahyudi sebagai manajer Persebaya, mengaku dirinya mendesak adanya regulasi yang tegas bagi tim yang melanggar aturan tanpa penonton. Candra juga menuntut agar operator liga segera merilis secara resmi detail aturannya.

"Kami mengusulkan adanya regulasi yang tegas dan hukuman yang tegas pula kalau sampai ada penonton yang hadir," terang Candra. (Goal/R-1)

 

BERITA TERKAIT