24 September 2020, 19:40 WIB

Kendalikan Pikiran dengan Meditasi


Abdillah Marzuqi | Weekend

MEDITASI kesadaran dapat membantu subjek untuk belajar dan meningkatkan kemampuan untuk mengontrol pikiran yang tampak pada antarmuka komputer otak (brain computer interfaces/BCI). Begitu menurut studi ilmuwan dari College of Engineering, Carnegie Mellon University yang dipimpin Kepala Departemen Teknik Biomedis, Bin He.

Dilansir dari sciencedaily.com, BCI adalah alat yang memungkinkan seseorang untuk mengontrol mesin atau komputer langsung dari otaknya. Kerja alat kontrol non-invasif itu seperti pembacaan elektroensefalogram (EEG) yang dilakukan melalui tengkorak. Lebih aman dan nyaman dibanding metode invasif yang lebih berisiko seperti implan otak. Sayangnya, metode itu butuh waktu lebih lama untuk dipelajari dan sangat tergantung pada kemampuan pengguna.

Sebanyak 76 subjek berpartisipasi dalam penelitian itu. Mereka lalu dibagi acak dalam 2 kelompok, yakni mengikuti kursus meditasi selama 8 pekan dan tidak mengikuti kursus meditasi. Mereka lalu diminta untuk mengendalikan BCI selama 10 sesi.

Hasilnya, subjek yang melakukan meditasi dan mengenyam pelatihan berbasis kesadaran (MBAT) menunjukkan keuntungan yang signifikan dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki pelatihan meditasi sebelumnya. Keuntungan itu tampak dalam kemampuan awal dalam mengontrol BCI dan waktu yang mereka butuhkan untuk mencapai hasil penuh.

"Studi kami menunjukkan hal itu juga dapat meningkatkan kekuatan mental seseorang untuk pengendalian pikiran, dan dapat memfasilitasi penggunaan luas dari teknologi antarmuka otak-komputer noninvasif," ujar He.

Menariknya, para peneliti menemukan adanya perbedaan aktivitas otak pada dua kelompok sampel yang berhubungan langsung dengan tingkat keberhasilan. Kelompok meditasi menunjukkan kemampuan yang meningkat secara signifikan dalam memodulasi ritme alfa yang diperlukan untuk mengontrol pergerakan kursor komputer.

"Meditasi banyak dilakukan untuk kesejahteraan dan meningkatkan kesehatan," tambahnya.

Selain itu, studi sebelumnya juga mengungkap para pelaku meditasi jangka panjang lebih mampu mengatasi kesulitan dalam mengendalikan pikiran non-invasif. (M-4)

BERITA TERKAIT