24 September 2020, 19:29 WIB

Dangdutan di Kota Tegal Bukti Pejabat Publik tidak Miliki Kepekaan


Supardji Rasban | Nusantara

ACARA dangdutan yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo, pada Rabu (23/9) malam, masih menjadi perbincangan sejumlah kalangan. Pasalnya acara tersebut dihadiri ribuan warga di tengah pandemi covid-19.

Budayawan Pantura Atmo Tan Sidik menyebut acara ndangdutan yang digelar di masa pandemi covid-19 menunjukkan tidak adanya kepekaan terhadap apa yang sedang dialami bukan hanya di Kota Tegal tapi juga di Indonesia.

Harusnya acara tersebut tidak sampai dilaksanakan di tengah pandemi covid-19 yang masih berlagsung bahkan korbannya semakin meningkat. Budaya gotong royongnya sama sekali tidak ada. Ya, gotong royong untuk bersama pemerintah berupaya menaggulangi pandemi covid-10," tutur Atmo, Kamis (24/9).

Hal yang sama disampaikan akademisi yang sekaligus pengamat kebijakan pubik Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, Hamidah Abdurrachman. Hamidah mengaku prihatin adanya gelaran yang mengakibatkan kerumunan tersebut. Apalagi, acara itu digelar oleh pejabat publik," ujar Hamidah.

Ia menyebut pejabat yang dimaksud tidak memiliki sense of crisis atau kepekaan dan kewaspadaan terhadap persoalan yang tengah dihadapi. "Apalagi sebagai wakil rakyat dan pimpinan lembaga harusnya mempertimbangkan kondisi masyarakat kita banyak yang kesusahan karena pandemi," ucap Hamidah.

Tak hanya itu, Hamidah juga mempertanyakan izin dari pihak kepolisian apalagi untuk sebuah pesta dengan hiburan seperti itu yang sudah pasti dikunjungi banyak orang. Harusnya pihak keamanan sebelum mengeluarkan izin harus berpikir panjang," kata Hamidah.
     
Seperti diketahui, acara dangdutan yang digelar di Lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal dan didatangi ribuan warga itu, merupakan hajatan pernikahan yang diselenggarakan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo. (R-1)

BERITA TERKAIT