24 September 2020, 19:19 WIB

Kota Semarang Jadi Zona Oranye, Ganjar Minta Jangan Terlena


Haryanto | Nusantara

KEGIATAN pencegahan penularan Covid-19 di Kota Semarang dengan operasi serentak telah berhasil mengubah zona Kota Semarang, Jawa Tengah  dari merah ke oranye. Dari keseluruhan lokasi di Kota Semarang, hanya tinggal empat kelurahan yang masih berstatus resiko tinggi atau zona merah.

"Hari ini saya evaluasi, bagaimana dua minggu ini kita melakukan tindakan penurunan Covid-19 di Kota Semarang. Ternyata datanya cukup menarik, per hari ini hingga pukul 15.12 WIB, ternyata Kota Semarang sudah berubah menjadi oranye," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 Kota Semarang, Kamis (24/9).

Dari data yang ada, dilaporkan bahwa tingkat penurunan penularan kasus Covid-19 di Kota Semarang terjadi hingga 78,9 persen. Sementara angka kematian di Kota Semarang juga ikut turun dari pekan-pekan sebelumnya, yakni mencapai 78,11 persen pada pekan ini.

Jumlah kasus penularan Covid-19 di Kota Semarang pada pekan ke-37 sebanyak 381 kasus. Jumlah itu menurun pada pekan ke-38 menjadi 238 dan turun lagi menjadi 41 kasus pada pekan ke-39.

Sementara angka kematian di Kota Semarang, pada minggu ke-37 ada 29 kasus meninggal, jumlah itu turun pada minggu ke-38 menjadi 15 kasus dan turun lagi di minggu ke-39 ini menjadi 11 kasus.

"Penurunannya cukup drastis. Saya berterimakasih pada Wali Kota Semarang, bantuan TNI/Polri dan semua jajaran Forkompimda yang kemarin bergerak untuk menyelesaikan ini. Ternyata, kemajuannya sangat bagus dan ini menjadi hasil dari ikhtiar kita bersama," jelasnya.

Meski begitu, Ganjar meminta semua pihak tidak langsung berbangga diri. Sebab, pandemi Covid-19 belum selesai dan upaya untuk menekan
penyebaran itu harus terus dilakukan.

"Kita harus tetap tancap gas untuk membantu masyarakat menata semuanya, agar tidak terjadi penularan yang lebih parah," tegasnya.

Dari hasil evaluasi itu, Ganjar menyebut masih ada empat daerah di Jawa Tengah yang masuk kategori zona merah. Yakni Kabupaten Kendal, Kota Pekalongan, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Kebumen. Nantinya, di empat daerah zona merah itu yang akan didampingi dengan menerapkan model sama seperti penanganan di Kota Semarang.

"Sama, dengan modelling seperti ini. Maka nanti kami akan membantu penanganan di empat daerah ini. Kita akan tempel dan dorong agar semuanya bisa dikendalikan," ucapnya.

Ia meminta seluruh Kabupaten/Kota khususnya empat daerah yang masuk zona merah itu untuk tetap gencar melakukan 3T, yakni testing, tracing dan treathment. Sambil juga terus mengkampanyekan 3 M kepada masyarakat, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun. (R-1)

 

BERITA TERKAIT