24 September 2020, 18:46 WIB

Kekeringan Mulai Melanda Klaten, Desa-desa Alami Krisis Air Bersih


Djoko Sardjono | Nusantara

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa  Tengah, hingga kini telah menyuplai 415 tangki air bersih atau sebanyak 2.075.000 liter untuk membantu warga belasan desa di lima kecamatan yang mengalami kekekeringan akibat kemarau ini.

Krisis air bersih kini dialami warga Desa Kendalsari, Sidorejo, Tangkil, Tlogowatu, dan Tegalmulyo di Kecamatan Kemalang; Desa Ngerangan, Jarum, Wiro, Krakitan, Krikilan, dan Jambakan di Kecamatan Bayat; Desa Bandungan dan Temuireng di Kecamatan Jatinom; Desa Gaden di Kecamatan Trucuk; dan Desa Kanoman di Kecamatan Karangnongko.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Klaten, Yuwana Haris, saat dikonfirmasi menyebut 15 desa di lima kecamatan yang kini dilanda krisis air bersih akibat kemarau. Daerah kekeringan terparah di wilayah  Kecamatan Kemalang dan Kecamatan Bayat.

"Untuk wilayah Kecamatan Kemalang, BPBD Klaten hingga saat ini telah mengirimkan bantuan (dropping) air bersih total sebanyak 273 tangki atau 1.365.000 liter, dan Kecamatan Bayat 63 tangki atau 315.000 liter," kata Yuwana Haris, Kamis (24/9).

Pengiriman bantuan air bersih dilakukan sejak 8 Juli menyusul ditetapkannya Klaten siaga darurat bencana kekeringan. Untuk penanganan daerah kekeringan, BPBD Klaten menyiapkan anggaran kegiatan dropping air Rp242,95 juta atau sebanyak 1.000 tangki. Adapun realisasinya hingga saat ini baru mencapai 41,5% atau 415 tangki.

"Dalam pengiriman bantuan air pada kemarau ini, BPBD mengutamakan bak  penampungan air untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat umum. Selain itu,
tempat-tempat ibadah atau masjid, serta warga penyandang disabilitas," kata Yuwana. (R-1)

BERITA TERKAIT