24 September 2020, 18:33 WIB

Tekan Penularan Covid-19, Teluk Bintuni Gencarkan Tes dan Tracing


Ghani Nurcahyadi | Nusantara

LONJAKAN angka positif covid-19 di Kabuipaten Teluk Bintuni, Papua Barat yang signifikan membuat jajaran Pemda dan Satgas Covid-19 dengan gesit melakukan upaya-upaya reaktif dan efektif untuk menekan angka persebaran.

Protokol satu komando yang dilakukan Satgas Covid-19 Teluk Bintuni sampai ke tingkatan setiap puskesmas pun dilaksanakan untuk melakukan tes dan penelurusan (tracing) massal sebagai bagian dari langkah reaktif efektif Satgas Teluk Bintuni.

Kepala Puskesmas Bintuni, Bona Manik yang juga menjadi bagian dari Satgas Covid-19 Kabupaten Teluk Bintungi mengatakan lonjakan kasus Covid-19 diakibatkan oleh dibukanya akses Teluk Bintuni yang kemudian menjadi lalu lintas dari pasien Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) dan menularkan kepada masyarakat. 

Pemerintah dan jajaran satgas pun melakukan tracing yang menyeluruh, bahkan 20% uji massal telah dilakukan oleh pemerintah dan satgas covid di Teluk Bintuni, sebagai upaya pelacakan serta pengobatan sesuai anjuran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Tracing dan uji yang dilakukan oleh tiap puskesmas yang ada di Teluk Bintuni, jumlahnya bervariasi. Upaya ini dilakukan dengan melihat jumlah penduduk serta mobilisasi dan kepadatan dari puskesmas yang melayani.

“Prosentasenya sekitar 15-20%, tes massal yang dilakukan satgas kabupaten, kami dari Puskesmas Bintuni per hari bisa 50-70 sampel yang kami setorkan ke LAB RSUD. Awalnya kami mengirim ke Balitbangkes di Makassar, tapi saat ini sudah ada pengadaan alat PCR, sangat membantu dalam upaya diagnosis kami. Dalam hal pemutusan penularan covid,” ujar Bona dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga : Tim Hunter Jatim akan Jemput Penderita Covid-19

Pemda Teluk Bintuni pada awal pandemi termasuk salah satu dari daerah yang sigap dalam menerbitkan kebijakan-kebijakan serta tindakan-tindakan taktis dalam memutus angka covid. Alat uji serta laboratorium uji sampel PCR pun didatangkan sebagai untuk memudahkan dan mempercepat uji sampel yang masuk. 

Kampung Masina yang terletak di seberang Kota Bintuni pun dipersiapkan sebagai tempat isolasi mandiri bagi OTG dan ruang isolasi yang dilengkapi ventilator dipersiapkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni untuk perawatan pasien positif dengan gejala sedang – berat.

“Untuk pasien yang isolasi mandiri, kami dari Puskesmas sebagai bagian dari tim satgas juga terus melakukan pemantauan kepada mereka, yang sekarang melakukan isolasi di Kampung Masina awalnya ada sampai saat ini 16 pasien. Sekarang tinggal enam pasien, karena yang lain sudah dinyatakan sembuh,” imbuh Bona.

Sosialisasi perihal protokol kesehatan pun dilakukan secara masif oleh Jajaran Pemda dan Satgas Covid-19 di seluruh distrik, agar tingkat partisipasi masyarakat bisa meningkat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan juga kesadaran masyarakat untuk melakukan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak.

Pembatasan Sosial Berskala Besar yang ditetapkan oleh Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw diharapkan bisa menekan laju mobilisasi masyarakat yang menjadi penyebab utama penyebaran virus.

“Pertama program dari Satgas adalah PSBB untuk menekan laju mobilisasi masyarakat, swab massal yaitu di pasar dengan di beberapa spot di Kota Bintuni, juga di daerah Manimeri dan Muturi, berikutnya razia masker, juga kami tetap melakukan screening di Puskesmas terhadap pasien-pasien yang bergejala kami lakukan swab PCR serta tracing terhadap pasien-pasien itu, kontak-kontak fisik yang dicurigai kami tes juga” pungkas Bona. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT