24 September 2020, 17:47 WIB

Angka Reproduksi Covid-19 Berkurang, Anies Tetap Lanjutkan PSBB


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan tetap memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat selama dua pekan sampai 11 Oktober mendatang meski pertambahan kasus harian covid-19 melandai.

Anies menjelaskan pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB tampak pada grafik kasus onset (disesuaikan dengan tanggal penularan) dan juga pada nilai Reproduksi Efektif (Rt) atau reproduksi virusnya.

Baca juga: Potensi Penularan Covid-19 Masih Tinggi, DKI Perpanjang PSBB

Pada awal September, nilai Rt Jakarta adalah 1,14 dan saat ini berkurang menjadi 1,10. Artinya, 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 110 orang lainnya. Untuk itu, penularan harus terus ditekan hingga nilai Rt di bawah 1,00.

Pergerakan penduduk jelas berpengaruh pada peningkatan penularan virus. Semakin tinggi pergerakan penduduk, semakin tinggi penularan virus.

"Pelandaian yang mulai tampak belakangan ini juga seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang tetap berada di rumah saja. Tim FKM UI memperhitungkan diperlukan minimal 60% penduduk diam di rumah saja agar penularan wabah melandai dan mulai berkurang. Saat ini, masih sekitar 50% penduduk diam di rumah saja,” kata Anies dalam keterangan resminya, Kamis (24/9).

Jumlah ini masih lebih besar dibandingkan pergerakan warga di masa PSBB Ketat jilid 1. Saat itu, jumlah pergerakan warga hanya sekitar 40% dan sebanyak 60% warga berada di rumah.

Walau telah menunjukkan tanda awal pelambatan, Anies menegaskan peningkatan kasus masih terus perlu ditekan. Tanpa pembatasan ketat dan dengan tingkat pengetesan tetap seperti saat ini, pertambahan kasus harian di Jakarta diprediksi akan mencapai 2.000 per hari pada pertengahan Oktober, sedangkan kasus aktif akan mencapai 20.000 pada awal November. (OL-6)

BERITA TERKAIT