24 September 2020, 17:46 WIB

Hilirisasi Jadi Kunci Pengoptimalan Sektor Pertambangan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut hilirisasi disektor mineral dan batubara (minerba) jadi kunci dalam mengoptimalkan produk pertambangan.

"Di sektor (pertambangan) ini memang kalau mau dioptimalkan jalannya adalah hilirisasi, bagaimana kita bisa memanfaatkan bahan-bahan mentah ini menjadi produk-produk lanjutan yang mempunyai nilai tambah yang lebih tinggi," ungkap Arifin dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (24/9).

Arifin menegaskan, kebijakan hilirisasi harus direspon dengan industri-industri hilirnya, karena menurutnya, industri pendukung inilah yang akan menampung hasil dari produk yang sudah di hilirisasi.

Dalam undang-undang minerba yang baru, lanjut Arifin, sudah disyaratkan harus ada program hilirisasi, jadi setiap produk pertambangan minerba harus diproses lebih lanjut. Misalnya untuk produk batubara yang bisa diproses menjadi sintesis gas untuk produk-produk petrokimia, ditingkatkan nilai kalorinya sehingga dapat digunakan untuk industri-industri baja.

Baca juga : Kekhawatiran Terhadap Covid-19 Tekan Usaha Ritel dan Mamin

"Hilirisasi akan menjadi andalan kedepan untuk berkontribusi pada penerimaan negara, selain dari pajak dan dari batubara," jelas Arifin.

Ia juga menyebut, gasifikasi batubara juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas untuk rumah tangga. Kemudian untuk mineral, ada tembaga, nikel, emas, timah, bauksit dan alumunium, semuanya itu merupakan bahan baku industri-industri berat yang bisa dioptimalkan pemanfaatannya di dalam negeri.

"Produk-produk tersebut baru separuh jalan saja sudah menghasilkan devisa yang besar. Misalnya untuk nikel, dari produk ini sudah didapat devisa sebesar US$10 miliar," tutur Arifin.

Kementerian ESDM sendiri, katanya, memproyeksikan, pada 2022 mendatang ada 52 unit smelter yang beroperasi, terdiri dari smelter nikel sebanyak 29 buah, 9 smelter bauksit, 4 smelter besi, 4 smelter tembaga, 2 smelter mangan, serta 4 smelter seng dan timbal. (OL-7

BERITA TERKAIT