24 September 2020, 17:16 WIB

Jangan Abaikan Protokol Kesehatan di Tengah Keluarga


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

PEMERINTAH menekankan urgensi penerapan protokol kesehatan di lingkungan sosial terkecil, yakni keluarga. Sebab, langkah itu dapat menekan laju penyebaran covid-19.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga menyebut pihaknya berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 untuk membuat protokol kesehatan keluarga.

“Harapan kami, protokol kesehatan keluarga ini dapat diterapkan. Bila ada anggota keluarga yang terinfeksi, dan langkah apa yang harus dilakukan,” jelas Bintang dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Kamis (24/9).

Baca juga: Masyarakat Diminta Waspada Klaster Kantor dan Keluarga

Agar terhindar dari risiko penularan covid-19 di dalam dan di luar rumah, dia meminta keluarga di Indonesia untuk menerapkan 3M dengan ketat. Rinciannya, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Bintang juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kegiatan yang melibatkan anggota keluarga besar. Baik silaturahmi maupun acara hajatan. Sebaiknya, acara keluarga berskala besar dilakukan secara daring.

"Pada September ini kasus covid-19 menunjukkan tren meningkat dalam klaster keluarga. Arahan Bapak Presiden, lakukan sosialisasi masif kepada keluargam terutama perempuan dan anak,” imbuh Bintang.

Baca juga: Hanya 3% Komunitas Pasar yang Paham Upaya Pencegahan Covid-19

Untuk menggencarkan sosialisasi dan kampanye, pihaknya akan melibatkan lembaga atau pemerhati perempuan. Salah satunya, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Adapun Kementerian PPPA memiliki wadah khusus, yaitu Forum Anak, yang tersebar di seluruuh wilayah.

Menyoroti potensi klaster keluarga, dia mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan. Tidak hanya saat keluar rumah, namun juga saat berinteraksi di dalam rumah.

"Perempuan sebagai manajer rumah tangga, yang harus mengingatkan keluarganya. Walaupun di dalam rumah, tetap memakai masker. Apalagi di dalam rumah ada kelompok rentan, balita dan lansia," pungkasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT