24 September 2020, 15:38 WIB

Sejumlah Kafe dan Resto Terjaring Razia Protokol Kesehatan


Heri Susetyo | Nusantara

SEJUMLAH kafe dan restoran di Kota Surabaya terjaring razia belum menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Patroli skala besar dilakukan aparat gabungan  Polda Jatim dengan Satpol PP, Banser, unsur mahasiswa, dan masyarakat dilakukan pada Rabu malam (23/9). Mereka tergabung dalam Operasi Aman Nusa II di wilayah Kota Surabaya.

Dalam operasi ini petugas menyasar sejumlah resto dan kafe Kota Surabaya. Pertama, tim menyisir Resto Mie Kober di Jalan Kacapiring. Di sini petugas mendapati pengelola resto masih belum menerapkan physical distancing. Sebab terjadi kerumunan antara pengunjung satu dengan yang lain.

Selanjutnya tim gabungan bergerak ke pedagang kaki lima (K5) yang ada di Jalan Kayoon. Di sini petugas juga mendapati masih banyak masyarakat atau pengunjung yang tidak menerapkan prokes. Mereka tidak menjaga jarak dan tidak memakai masker.

"Dari dua lokasi yang disasar ini, mereka yang kedapatan melanggar protokol kesehatan dilakukan pendataan hingga penyitaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang kemudian diserahkan ke Polrestabes untuk dilakukan pendataan dan diberikan sanksi ringan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Kamis siang (24/9).

Dalam operasi itu, tambah Truno, petugas juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat atau pengunjung untuk tetap mematuhi prokes. Hal ini penting untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Dalam operasi itu, para pengunjung diarahkan petugas untuk pulang ke rumah. Pemilik usaha juga diminta menutup tempat usaha, karena sudah melewati batas jam malam di atas pukul 22.00 WIB.

Setelah dari dua lokasi tersebut, tim gabungan melanjutkan operasi yustisi di Cafe Holywings di Jalan Manyar Kertaadi, Surabaya. Di sana juga banyak pengunjung kedapatan berkerumun dan tidak memakai masker. Terlihat juga banyak wanita di cafe tersebut tidak menggunakan masker.

"Sejumlah pengunjung yang rata rata wanita ini dilakukan pendataan dengan meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) kemudian dilakukan pendataan," kata Trunoyudo.

Dari ketiga lokasi yang sudah disasar tersebut, petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan. (J-1)

BERITA TERKAIT