24 September 2020, 14:36 WIB

FDA Perketat Standar Vaksin Covid-19, Trump Geram


Faustinus Nua | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak setuju terhadap pengetatan standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) terkait otorisasi darurat vaksin covid-19.

Diketahui, Trump berulang kali menjanjikan ketersediaan vaksin covid-19 jelang pemilihan presiden AS pada 3 November. Dia pun mempertanyakan penundaan vaksin dan proposal baru FDA yang disebutnya bermuatan politis.

"Kami sedang meninjau hal itu dan seharusnya disetujui Gedung Putih. Kami mungkin tidak akan menyetujuinya (keputusan FDA)," tegas Trump dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan.

Baca juga: Trump Mengaku Sengaja Kecilkan Bahaya Covid-19

"Itu terdengar seperti keputusan politik. Ketika Anda memiliki Pfizer, Johnson & Johnson, serta perusahaan hebat lain yang membuat vaksin, dan telah melakukan pengujian, saya katakan mengapa mereka (FDA) harus menambah proses yang sangat panjang," paparnya.

Trump menekankan dirinya memiliki kepercayaan yang luar biasa terhadap sejumlah perusahaan farmasi besar. Beberapa pengembang vaksin covid-19 diharapkan memiliki hasil uji coba yang pasti sebelum pemilihan presiden AS.

Baca juga: Tidak Ingin Monopoli, Tiongkok Siap Bagikan Vaksin Covid-19

Sebelumnya, kabar pengetatan standar FDA dilaporkan The Washington Post. Lembaga itu diketahui akan mengeluarkan panduan untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik. Sebab, kalangan ahli kesehatan khawatir bahwa administrasi Trump mencampuri proses persetujuan untuk vaksin covid-19.

Akan tetapi, Kepala FDA Stephen Hahn tidak secara langsung mengonfirmasi laporan Washington Post. Namun dia menyebut regulator mungkin akan memperketat standar tentang proses otorisasi penggunaan darurat.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Robert Redfield memperkirakan ada sekitar 700 juta dosis vaksin covid-19 yang tersedia pada Maret-April 2021. Stok itu cukup untuk 350 juta warga AS.(CNA/OL-11)

 

BERITA TERKAIT