24 September 2020, 14:25 WIB

Hadi Pranoto Kembali Mengeluh Sakit Saat Diperiksa Polisi


Rahmatul Fajri | Megapolitan

HADI Pranoto kembali mengeluh sakit saat diperiksa polisi terkait kasus dugaan penyebaran hoaks obat covid-19, Rabu (23/9).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan Hadi telah diperiksa selama lima jam. Namun, di tengah proses pemeriksaan, ia mengaku kesehatannya menurun dan meminta pemeriksaan ditunda.

"Di tengah pemeriksaan, yang bersangkutan menyampaikan kurang sehat, kesehatannya menurun, gula darah tinggi. Itu penyampaian HP dan pengacaranya," kata Yusri ketika ditemui di kantornya, Kamis (24/9).

Yusri mengatakan Hadi telah menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan polisi. Namun, keterangannya belum cukup. Polisi akan kembali memanggil Hadi Pranoto.

"Ada beberapa pertanyaaan yang sudah dijawab, tapi kita perlu pemeriksaan tambahan. Kita jadwalkan kembali dengan berkoordinasi dengan pengacaranya," ujarnya.

Ini bukan pertama kali Hadi Pranoto mengeluh sakit. Pada panggilan pertama, Hadi Pranoto tak bisa hadir di Polda Metro Jaya karena dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Polisi Harap Hadi Pranoto Jalani Pemeriksaan Pekan Depan

Lalu, panggilan kedua, Hadi telah datang, namun urung diperiksa, karena merasa sakit. Kemudian, Hadi sempat datang dan diperiksa selama beberapa jam, tetapi pemeriksaannya berhenti di tengah jalan, karena ia mengeluh sakit.

Seperti diketahui, Hadi Pranoto bersama musikus Erdian Aji Prihartanto alias Anji dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Cyber Indonesia terkait dugaan penyebaran berita bohong obat COVID-19 melalui kanal Dunia Manji di YouTube.

Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid menjelaskan konten yang ditayangkan di kanal YouTube pada Sabtu, 1 Agustus 2020, berpotensi memicu polemik di tengah masyarakat.

Konten yang diunggah Anji tersebut memuat penyataan Hadi Pranoto yang mengklaim sebagai pembuat herbal antibodi covid-19.

Selain itu, ada pernyataan Hadi yang dinilai menuai polemik, yakni soal tes cepat dan dan tes usap covid-19. Hadi mengaku memiliki metode uji yang jauh lebih efektif dengan harga Rp10-20 ribu menggunakan teknologi digital.(OL-5)

BERITA TERKAIT