24 September 2020, 14:17 WIB

Bupati Nur Arifin Dorong Para Nelayan di Trenggalek Go Digital


mediaindonesia.com | Nusantara

BUPATI Trenggalek H Mochamad Nur Arifin meluncurkan Program Satu Juta Nelayan Berdaulat Trenggalek sekaligus meresmikan Gerai Nelayan Berdaulat Prigi di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (24/9).

Program ini merupakan program nasional yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI dan telah diluncurkan tahun lalu oleh Menko Luhut Binsar Pandjaitan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Arifin menjelaskan bahwa program yang bekerjasama dengan startup teknologi fishOn ini merupakan upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di pesisir, khususnya nelayan tangkap dan menyasar nelayan kecil dengan kapal berukuran dibawah 10 gross ton.

Program ini menitikberatkan pada tiga masalah utama nelayan kecil, yaitu permodalan, teknologi penangkapan ikan dan pemasaran. fishOn sebagai startup teknologi menggandeng Bank BNI, Komunal, dan PNM Mekaar sebagai solusi permodalan.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa akses permodalan selalu menjadi kendala utama untuk nelayan dapat dikatakan berdaulat,” kata Arifin.

“Ketergantungan dengan pinjaman modal dari sektor keuangan informal seperti tengkulak dan rentenir serta sistem ‘ijon’, membuat para nelayan kecil tidak memiliki posisi tawar pada saat menjual hasil tangkap mereka,” jelasnya.

Pemberian modal oleh para mitra fishOn diberikan dalam bentuk uang elektronik dan langsung masuk dalam saldo yang terdapat dalam aplikasi. Sehingga saldo modal operasional dalam bentuk cashless ini menjadi cara baru bagi nelayan dalam bertransaksi.

Kemudian, para nelayan yang telah memiliki saldo elektronik ini dapat berbelanja kebutuhan melaut seperti BBM dan ransum perbekalan di Gerai Nelayan Berdaulat Prigi yang dimiliki oleh Koperasi Syariah Madani Maslahah Indonesia atau yang biasa disebut Madani Mart.

Dalam acara tersebuti, turut hadir Dedy Miharja, Asisten Deputi Bidang Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kedeputian Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves.

Dalam sambutannya, Dedy Miharja mengatakan bahwa melalui program ini, nelayan diberikan aplikasi berbasis android yang dapat memandu nelayan untuk menuju posisi berkumpulnya ikan.

Dengan program ini nelayan tidak lagi mencari ikan, namun nelayan menangkap ikan karena fishOn memberikan informasi prediksi posisi ikan melalui citra satelit yang telah diolah oleh tim ahli. “Nelayan mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak dan pastinya lebih efisien waktu dan biaya,” ujarnya.

Menurut Dedy, program tersebut merupakan manifestasi dari Kepres No.18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024 yang memuat target peningkatan devisa dari sektor kelautan dan perikanan menjadi USD 8 miliar dan peningkatan indeks konsumsi ikan nasional menjadi 70 kg per orang per kapita.

CEO fishOn, Fajar Widisasono dalam kesempatan yang sama menjelaskan, kunci keunggulan program ini terletak pada kemampuan menyerap hasil tangkap nelayan dengan harga terbaik.

 Untuk mewujudkannya, fishOn menggandeng startup e-commerce khusus untuk produk perikanan yaitu Sahabat Gemarikan.id dan BUMN Perikanan Perum Perindo.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh nelayan binaan fishOn, tidak akan kesulitan mendapatkan akses pasar, karena pemerintah hadir melalui Perum Perindo untuk memastikan hasil tangkap nelayan diserap oleh Perindo, untuk kemudian diproses dan dijual melalui e-commerce Sahabat Gemarikan.id.” ujar Fajar.

Secara terpisah, Aditya Pradewo, CEO Sahabat Gemarikan.id menambahkan bahwa Sahabat Gemarikan.id hadir karena terinspirasi dari pandemi covid-19.

“Saya melihat kebiasaan belanja masyarakat saat ini sudah bergeser ke online, himbauan tetap dirumah saja selama pandemik membuat kami ingin menghadirkan ikan segar berkualitas dengan harga yang jauh lebih murah” ujarnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT