24 September 2020, 14:16 WIB

Bisnis Perhotelan Terpukul, PT HIN Ubah Strategi Pemulihan Operasi


Fetry Wuryasti | Ekonomi

BISNIS perhotelan di masa pandemi mengalami pukulan telak, tidak terkecuali terjadi pada PT Hotel Indonesia Natour (PT HIN) Persero. Untuk itu mereka segera mengubah strategi untuk memulihkan pendapatan operasionalnya.

Direktur Utama PT HIN (Persero) Iswandi Said mengatakan 2020 menjadi tahun musibah bagi industri perhotelan. Pandemi virus korona yang masuk Indonesia sejak Februari mengakibatkan okupansi atau tingkat keterisian hotel perusahaan BUMN ini anjlok.

Pada kuartal pertama 2020, okupansi hotel-hotel PT HIN, hanya 38,9% dibandingkan periode sama tahun lalu yaitu 61,6%. Di kuartal ke-2/2020, okupansi lebih terpukul lagi yaitu hanya 26% dari 66,1% tahun lalu. Di kuartal ke-3/2020 mulai ada sedikit perbaikan yaitu okupansi menjadi 27,3% dari 68,9% pada tahun lalu.

Sedangkan untuk rate harga kamar rata-rata mengalami penurunan dari Rp782.487 pada bulan Februari menjadi hanya Rp576.997 per September.

Dari pendapatan pun anjlok, yaitu turun 37% pada kuartal 1/2020, 65% di kuartal 2/2020 dan 70% di kuartal 3/2020, masing-masing dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sesungguhnya di kuartal ke-3 adalah saatnya hotel mengalami peak season akibat covid-19, kami harus menerima kerugian," kata Iswandi dalam webinar Ngopi BUMN, Kamis (24/9).

Untuk itu, mereka menetapkan strategi pemulihan, beradaptasi dengan kondisi mengingat situasi ini tidak akan kembali seperti normal sepenuhnya. Selain itu, juga diterapkan SOP protokol covid-19 dan pelatihan ke karyawan untuk aturan menginap tamu.

Perusahaan juga menerapkan berbagai promo marketing dengan book now stay later, membuat produk makanan minuman hotel bisa untuk delivery, menciptakan berbagai event drive through, seperti untuk wisuda, pernikahan.

"Kami juga ada program isolasi mandiri bagi mereka yang negatif covid-19 namun tetap harus isolasi 14 hari dan ingin di hotel. Kami sediakan, dengan dikawal dokter," kata Iswandi.

Perusahaan juga memasok kebutuhan pelayanan kamar di rumah sakit darurat Wisma Atlet, ke 787 unit kamar di tower 7 dan 800 unit kamar dengan total bed 3.680 unit yang sudah tersedia di sana.

"PT HIN yang menurunkan staff untuk melaksanakan pembersihan, menyediakan alat bebersih dan mandi untuk tiap kamar, melakukan pencucian sprei, menyediakan makanan 3x sehari. Kamar dibersihkan mandiri oleh pasien isolasi, petugas kami tidak boleh masuk sana. Sprei hanya diambil di tumpukan pakaian kotor, sudah terbungkus plastik untuk kemudian untuk di-laundry," kata Iswandi. (E-3)

BERITA TERKAIT