24 September 2020, 14:06 WIB

Kekhawatiran Terhadap Covid-19 Tekan Usaha Ritel dan Mamin


Despian Nurhidayat | Ekonomi

VICE President Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei Mandiri Institute, pembatasan sosial dan kekhawatiran konsumen atas penyebaran covid-19 telah menekan usaha ritel serta jasa makanan dan minuman.

Sejumlah daerah dikatakan telah memperpanjang masa PSBB transisi sementara DKI Jakarta (dengan kenaikan kasus per hari covid-19) kembali menerapkan PSBB II, meski dalam skala yang lebih kecil.

"Untuk mengetahui dampak covid-19 terhadap bisnis ritel dan restoran, Mandiri Institute melakukan live-monitoring aktivitas pada dua sektor yang paling terdampak, yaitu ritel dan restoran dari bulan Juli hingga September," ungkapnya dalam acara Media gathering Economic Outlook Kuartal III-2020 secara daring, Kamis (24/9).

Hasil survei Mandiri Insitute menunjukkan bahwa kunjungan ke pusat belanja di bulan September sekitar 57% dari normal. Angka ini sama dengan kunjungan di bulan Agustus (57%). Namun demikian terdapat variasi angka kunjungan antarkota.

Sementara itu, angka kunjungan ke pusat belanja di September tertinggi di di DKI Jakarta sebesar 63%. Kunjungan ini meningkat dari bulan Agustus yang mencapai 57%. Kenaikan angka kunjungan di DKI tampaknya dipengaruhi oleh rencana Pemda DKI untuk memberlakukan PSBB jilid II.

"Hal ini memicu masyarakat untuk mengunjungi shopping mall sebagai bentuk antisipasi. Sementara itu penurunan angka kunjungan pusat belanja terjadi di kota Makassar, yang pada bulan September menjadi 58%, turun dari 66% di bulan Agustus," ujar Dendi.

Terkait dengan restoran, lanjut Dendi, tingkat kunjungan ke restoran mengalami kenaikan tipis di bulan September sebelum PSBB II di DKI Jakarta. Pada bulan September (sebelum PSBB II DKI) tingkat kunjungan ke restoran mencapai 53% dari situasi normal, naik tipis dari 52% di bulan Agustus.

Di lain pihak, dampak dari PSBB II langsung terasa di sektor jasa makanan dan minuman. "Dengan mengambil sampel restoran yang sama, kami menemukan PSBB II menekan angka kunjungan ke restoran di DKI Jakarta hingga menjadi 19% dari angka kunjungan normal," tuturnya. (E-3)

BERITA TERKAIT