24 September 2020, 08:40 WIB

Plasmacluster Tekan Infeksi Korona di Udara


Wisnu Arto Subari | Humaniora

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bukti yang muncul tentang penyebaran virus korona jenis SARS-CoV-2 penyebab covid-19 melalui airborne atau udara. Walaupun belum dapat dipastikan secara valid, kemungkinan penyebaran ini tetap dapat terjadi jika keadaan lingkungan mendukung terhadap perkembangan virus tersebut, semisal kualitas udara yang buruk akibat sirkulasi udara yang tidak baik. 

Namun, ada temuan baru terhadap kemampuan teknologi Plasmacluster yang lolos uji adalam menurunkan risiko penularan novel coronavirus (SARS-CoV-2) melalui udara pertama di dunia. Ini merupakan hasil penelitian Profesor Jiro Yasuda dari Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Institute of Tropical Medicine Universitas Nagasaki, Professor Asuka Nanbo (anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang) Universitas Nagasaki, dan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Shimane juga anggota dewan institusi yang dihormati secara internasional dalam penelitian penyakit menular di Jepang bersama Sharp Corporation. 

Untuk pertama kali di dunia, mereka melakukan penelitian virus korona baru (SARS-CoV-2) melalui perangkat uji virus yang dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster milik Sharp. Dalam penelitian ini virus corona baru (SARS-CoV-2) yang melayang di udara disinari ion Plasmacluster selama sekitar 30 detik. Hasilnya menunjukkan bahwa infeksi virus dapat berkurang lebih dari 90%.

Jiro Yasuda selaku kepala dalam penelitian itu menyatakan penggunaan disinfektan seperti alkohol dan deterjen (surfaktan) sangat efektif untuk penanggulangan virus yang melekat (adhesive). Tapi, belum ada penanggulangan efektif untuk mengurangi risiko infeksi yang dimediasi oleh aerosol (mikrodroplet) selain memakai masker. 

Namun dengan penelitian itu, dapat dipastikan teknologi Plasmacluster terbukti dapat menonaktifkan virus korona jenis baru yang tersuspensi di udara. Diharapkan, hal ini dapat menurunkan risiko terinfeksi virus  tidak hanya di rumah, perkantoran, kendaraan, tetapi juga di ruang fisik seperti institusi medis.

“Ini merupakan kontribusi yang dapat dilakukan Sharp dalam membantu menjaga kesehatan konsumen di seluruh dunia," ungkap Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT