24 September 2020, 13:45 WIB

Kominfo Perluas Jaringan Internet di Perdesaan


Faustinus Nua | Ekonomi

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate saat ini terdapat 12.548 desa di Indonesia yang belum terjangkau oleh sinyal 4G. 

Dari angka tersebut, terdapat 70 desa tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) juga 1 desa non-3T yang berada di wilayah NTB.

Kondisi demikian merupakan salah satu target yang akan diselesaikan oleh Kementerian Kominfo dalam upaya percepatan transformasi digital nasional, khususnya untuk menyediakan layanan telekomunikasi yang prima di seluruh penjuru Nusantara.

Menurut Menteri Johnny, layanan telekomunikasi yang prima juga perlu didukung oleh prasarana telekomunikasi yang handal. Hal ini menjadi semakin penting bagi wilayah-wilayah tujuan pariwisata superprioritas, seperti daerah Mandalika yang ada di NTB.

“Kominfo tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan komitmen dan sinergi yang harmonis dengan Pemprov NTB dan Pemkab-Pemkab di NTB ini agar pembangunan base tranceiver station (BTS) dan layanan akses internet gratis berjalan lancar serta tepat guna dan tepat sasaran,” kata Menteri Johnny saat melakukan kunjungan kerja ke Mandalika, NTB pada Kamis (24/9).

”Apalagi Mandalika di NTB telah ditetapkan sebagai salah satu tujuan wisata superprioritas yang tentunya harus didukung dengan prasarana internet dan telekomunikasi yang handal,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anang Latif selaku Direktur Utama BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kominfo, menyampaikan bahwa saat ini jumlah akses internet on air yang dibangun di Provinsi NTB sudah mencapai 473 titik lokasi. Jumlah ini merupakan 6,18% dari seluruh akses internet yang dibangun oleh BAKTI secara nasional, dan merupakan angka yang cukup tinggi dibandingkan dengan persentase daerah lainnya.

“Kategori terbanyak penempatan akses internet BAKTI Kominfo di NTB adalah di lokasi-lokasi pendidikan (52,64%), disusul oleh kantor pemerintahan (28,12%), pelayanan kesehatan (8,67%), pusat kegiatan masyarakat (7,40%), lokasi wisata (1,48%), dan sisanya tersebar di lokasi publik, layanan usaha, dan pertahanan keamanan,” rincinya.

Menurut Anang Latif, hingga akhir tahun 2020 jumlah BTS dengan layanan 4G yang akan terbangun (on air) di wilayah NTB ialah sebanyak 55 titik lokasi. Dari angka tersebut, 52 titik lokasi di antaranya sudah terbangun layanan 4G (On Air). Sementara 3 titik lokasi lainnya yang merupakan bagian dari Destinasi Super Prioritas Mandalika, masih dalam proses implementasi dan direncanakan akan terbangun BTS dengan layanan 4G (On Air) pada minggu ke-3 bulan Oktober 2020.

Lebih lanjut, BAKTI Kominfo juga telah menyiapkan cetak biru pembangunan akses internet di wilayah NTB pada tahun 2021. Cetak biru tersebut merencanakan penambahan layanan di 35 titik lokasi, sehingga total BTS di area NTB hingga akhir tahun 2021 ialah sebanyak 90 titik lokasi.

Daerah-daerah yang direncanakan mendapat tambahan alokasi layanan pada tahun 2021 adalah Kabupaten Bima (8 lokasi), Kabupaten Dompu (8 lokasi), dan Kabupaten Sumbawa (19 lokasi).

Perlu diketahui bahwa BTS ialah salah satu bentuk infrastruktur telekomunikasi yang berperan penting dalam mewujudkan komunikasi nirkabel antara jaringan operator dengan perangkat komunikasi. BTS berfungsi untuk memancarkan juga menerima jaringan seluler di suatu cakupan wilayah. Biasanya, BTS dapat ditemukan dalam bentuk menara stasiun pemancar.(E-1)

BERITA TERKAIT