24 September 2020, 13:07 WIB

PLN Proyeksi Penjualan Kelistrikan Akhir Tahun Negatif 0,5%


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PT PLN Persero memperkirakan penjualan listrik hingga akhir tahun berada di kisaran -0,5% hingga +0,5%. Tapi, tidak hanya PLN, semua utilitas di dunia mengalami kontraksi yang sangat drastis.

Direktur Human Capital PT PLN Persero Syofvi Roekman mengatakan pada 2-3 bulan pertama berlangsungnya pandemi covid-19 di Indonesia, permintaan listrik PLN turun cukup signifikan, yaitu hingga negatif 10%. 

"Ini hal yang tidak pernah kami alami sebelumnya, bahkan selama 27 tahun saya di PLN. Pertumbuhan penjualan negatif sampai 10% baru kami rasakan kemarin dan dampaknya cukup sulit bagi kami di PLN," kata Syofvi dalam webinar Ngopi BUMN, Kamis (24/9).

Tetapi beberapa bulan terakhir, dia melihat kondisi itu mulai membaik. Posisinya hingga saat ini penjualan kelistrikan di PLN masih -2%.

"Di akhir tahun kami proyeksikan negatifnya mungkin sekitar 0,5%. Tapi kami tetap berupaya agar penjualan bisa positif. Kami punya skenario pesimis dan optimis. Jadi ekspektasi pertumbuhan penjualan akhir tahun ada di kisaran -0,5% hingga +0,5%," tukas Syofvi. (Try/OL-14)

BERITA TERKAIT