24 September 2020, 11:55 WIB

IHSG Masih Lanjutkan Tren Penurunan


Fetry Wuryasti | Ekonomi

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan Kamis (24/9) kembali melanjutkan penurunannya. Meski baru satu jam pertama pembukaan, IHSG telah terseret -1,4% pada level 4.849 dari pembukaan di level 4.876,35.

Pada penutupan sesi pertama siang ini, IHSG berada level 4.840,70 atau turun 77,25 poin. 

Pelemahan masih dibayangi kecemasan akan resesi pada kuartal III-2020. 

"IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal IHSG masih bergerak pada trend bearish kuat namun indicator stochastic bergerak mendekati area oversold mendingikasikan rentang pelemahan sudah mulai terbatas. Pergerakan masih akan dibayangi kecemasan akan resesi serta tingginya kasus covid-19 secara harian yang telah menembus 4,000 kasus baru per hari," kata Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper, Kamis (24/9).

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 26.763,13 (-1,92%), NASDAQ ditutup 10.632,99 (-3,02%), S&P 500 ditutup 3.236,92 (-2,37%). Bursa saham AS ditutup melemah setelah investor mendapat beberapa berita yang bertentangan terkait covid-19 yang mengakibatkan kebingungan di antara para investor.

Selain itu investor melihat angka penularan covid-19 masih cukup tinggi di US, namun hingga saat ini belum terlihat tanda bahwa US akan memberikan stimulus fiskal dalam waktu dekat meskipun pemimpin The Fed mengatakan bahwa stimulus ini sangat dibutuhkan.

Bursa Asia dibuka melemah sejalan dengan bursa US. Tidak ada data ekonomi penting yang akan diterbitkan di Asia pada hari ini.

Head of Equity Research, Strategy, Banking, Consumer (Staple) Suria Dharma mengatakan bursa global dan regional sepanjang minggu ini terus tertekan seiring ketidakpastian atas pandemi serta ekspektasi pelemahan ekonomi baik itu di bursa AS maupun Eropa.

"Saat ini, investor cenderung wait and see terlebih harga komoditas emas yang cenderung menjadi acuan investor sedang dalam tren melemah. Tertekan oleh pelemahan global dan regional, IHSG hari ini berpotensi kembali melemah,"kata Suria.

IHSG diprediksi akan fluktuatif cenderung melemah terbatas (4.880– 5.000). Indeks berpeluang untuk menguat dan bergerak menuju resistance level 5.000. Namun jika indeks kembali melemah, berpotensi menguji 4.845. (E-1)

BERITA TERKAIT