24 September 2020, 12:10 WIB

TikTok Gugat Rencana Blokir ke Pengadilan AS


Basuki Eka Purnama | Internasional

TIKTOK meminta hakim di pengadilan Amerika Serikat (AS) untuk melarang pemerintahan Presiden Donald Trump yang mengharuskan Apple Inc dan Alphabet Inc menghapus aplikasi tersebut di pasar aplikasi.

TikTok menyatakan larangan mengunduh aplikasi itu didasari kepentingan politik menjelang Pemilu Presiden, bukan murni soal keamanan nasional.

Jika larangan tersebut tidak diblokir, "Ratusan juta orang Amerika yang belum mengunduh TikTok akan tertutup dari komunitas dalam jaringan
yang besar dan beragam, enam pekan sebelum pemilu nasional," kata TikTok.

Baca juga: NASA Peringatkan AS Soal Stasiun Luar Angkasa Tiongkok

Sabtu (19/8) lalu, Departemen Perdagangan AS mengumumkan penundaan satu minggu untuk memblokir TikTok karena ada 'perkembangan positif' terkait pembicaraan bisnis dengan AS.

ByteDance, perusahaan induk TikTok, menyatakan akan membuat anak perusahaan TikTok Global dan memiliki 80% saham.

Oracle Corp dan Walmart Inc masing-masing memegang 12,5% dan 7,5% saham di TikTok Global.

Oracle juga menyatakan kepemilikan ByteDance terhadap TikTok akan didistribusikan ke investor ByteDance sehingga mereka tidak lagi memiliki saham di TikTok GLobal.

Hakim federal di San Francisco, Sabtu (19/8) lalu mengeluarkan keputusan pendahuluan yang mematahkan perintah blokir WeChat dari Departemen Perdagangan. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT