24 September 2020, 11:27 WIB

IPW Imbau Polri tidak Beri Izin Gelaran Liga 1


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola

INDONESIA Police Watch (IPW) mengimbau agar Polri tidak memberi izin pelaksanaan pertandingan sepak bola Liga 1 dan 2.

"Pandemi covid-19 saat ini makin menyalak sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan banyak klaster baru," ungkap Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Kamis (24/9).

Menurutnya, jika Polri melarang Liga 1 dan 2 pada awal Oktober ini, artinya Polri akan menyelamatkan pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada pertengahan 2021 mendatang.

Baca juga: Persija akan Evaluasi Penyelesaian Akhir

Neta menilai, adanya pandemi covid-19 adalah faktor utama Polri untuk tidak memberi izin kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI untuk melanjutkan kompetisi Liga 1, yang akan dimulai 1 Oktober serta Home Tournament Liga 2, yang digelar di empat kota yaitu Medan, Riau, Lampung, dan Cilacap, pada 17 Oktober 2020.

"Jika LIB tetap menggelar Liga 1 yang dipusatkan di Jogja bagi enam klub di luar Jawa, seperti Persiraja Banda Aceh, Barito Putra, Borneo FC, Bali United, PSM Makassar dan Persipura Jayapura, dikhawatirkan akan melahirkan klaster baru covid-19," tegas Neta.

Neta beralasan seharusnya Polri mengamini instruksi Presiden Jokowi yang menegaskan masalah kesehatan dan kemanusian lebih diutamakan, ketimbang masalah ekonomi.

"Kedua, maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz tentang semboyan “Salus Populi Suprema Lex Esto” yaitu Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi," tuturnya.

Jika Polri tetap memberikan izin gelaran laga, sudah barang tentu kebijakan ini bertolak belakang pada sikap semua kepala daerah untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

"Jika LIB dan PSSI tetap bandel menggelar kompetisi dan melahirkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 di Jogjakarta dan sekitarnya, FIFA pasti akan mempertimbangkan, apakah Indonesia masih pantas menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 atau tidak," terangnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT