24 September 2020, 10:32 WIB

Asphija Minta Satgas Covid-19 Paparkan Data Klaster Tempat Hiburan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

KETUA Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) Hana Suryani terusik dengan pernyataan Satgas Penanganan Covid-19 yang menyebut ada klaster penularan covid-19 terbaru salah satunya di tempat hiburan.

Menurut Hana, selama ini seluruh tempat hiburan di bawah keanggotaan Asphija telah patuh terhadap Pergub No 33 tahun 2020 maupun Pergub No 88 tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB yang mengatur tempat hiburan belum buka semenjak PSBB jilid 1 pada April lalu sampai kini.

Ia menegaskan tidak ada klaster penularan covid-19 di tempat hiburan di Jakarta. Pernyataan tanpa bukti, menurutnya, bisa mencemarkan nama baik industri hiburan Jakarta.

"Nggak ada. Kita merasa dirugikan dengan adanya pernyataan tersebut. Mana datanya? Kita juga belum buka. Dituduh ada kasus, ini menjelekkan nama industri hiburan," kata Hana saat dikonfirmasi, Rabu (23/9) malam.

Hana meminta bukti dari pemerintah pusat khususnya Satgas Penanganan Covid-19 soal data lokasi tempat hiburan berikut data warga yang terpapar secara lengkap untuk transparansi.

Sudah sejak pertengahan Maret hingga enam bulan lamanya, industri hiburan lesu karena tidak diizinkan buka oleh Pemprov DKI.

"Dipastikan tidak ada karena memang industri saya belum ada izin. Makanya tadi dari Dinas Pariwisata juga bingung. Katanya mau cari. Restoran pun nggak buka. Restoran buka tapi nggak dine in. Restoran nggak terima tamu," ujarnya.

Baca juga: Simulasi Protokol Kesehatan di Tempat Hiburan Malam Akan Dilakukan

Ia pun menyayangkan pernyataan tanpa data keluar dari pihak yang merupakan representasi pemerintah pusat. Hana pun menuntut agar ada data yang dipaparkan.

"Nggak boleh dong kayak gitu. Kalau dia ngomong kayak gitu, dia tampar Dinas Pariwisata. Kasihan dong. Seakan ada colongan. Kalau ada colongan artinya oknum, oknum menurut saya tempat nyeplak nyeplok, nggak merata. Itu bukan klaster dong. Kalau klaster semua sudah dibuka, baru kita sebut, area mana? Jaksel klaster baru, barat klaster baru. Harusnya kan paham. Saya sayangkan keluar dari omongan seorang satgas covid pusat lagi," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan klaster baru di DKI Jakarta yakni klaster hotel, pesantren, hiburan malam, dan pernikahan.

“Sebenarnya ada beberapa yang baru yang sebelumnya tidak ada klasternya. Contohnya adalah klaster hotel sudah mulai ada, pesantren ada, hiburan malam ada,” kata Dewi dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Graha BNPB, Jakarta, Rabu (23/9).

Dari data pada klaster hotel ditemukan sebesar 0,01% atau 3 kasus, pesantren 0,01% atau 4 kasus, hiburan malam 0,01% atau 5 kasus dan kegiataan pernikahan 0,07% atau 25 kasus.(OL-5)

BERITA TERKAIT