24 September 2020, 10:09 WIB

Jalan Akses ke Pelabuhan Patimban Selesai Akhir Oktober


Insi Nantika Jelita | Nusantara

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan pembangunan jalan akses ke Pelabuhan Patimban selesai pada akhir Oktober. Jalan tersebut memiliki panjang 8,2 Km.

"Saat ini, progres konstruksi mencapai 98,3% dan ditargetkan selesai pada 30 Oktober 2020," kata Basuki dalam keterangan resmi, Rabu (23/9).

Ia menuturkan penyelesaian pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban menjadi salah satu dari tindak lanjut pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mantan Perdana Menteri Jepang periode 2007–2008 Yusuo Fakuda yang juga Ketua Asosiasi Jepang–Indonesia, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Bulog Bangun Tiga Pabrik Pengolahan Hasil Pertanian di NTB

"Jalan akses ini merupakan kerja sama bilateral Indonesia-Jepang dengan skema pinjaman senilai Rp1,2 triliun. Untuk itu, harus bisa dikerjakan dan diselesaikan tepat waktu," jelas Basuki.

Jalan akses Pelabuhan Patimban dibangun dengan 3 tipe konstruksi yang sebagian besar adalah elevated (jalan layang) di atas persawahan dengan tanah lunak.

Ketiga tipe struktur tersebut adalah pile slab sepanjang 5,9 Km, flyover sepanjang 1,6 Km, dan flexible pavement sepanjang 0,7 Km.

Saat ini, Kementerian PUPR juga tengah mempersiapkan pembangunan jalan tol yang menghubungkan ruas tol Cipali Km 89+125 hingga ruas Pantura sepanjang 37,5 Km, sehingga nantinya akan terhubung dengan Jalan Akses Patimban.

Adapun pemrakarsa Akses Tol Pelabuhan Patimban yakni konsorsium antara PT Jasa Marga (50 %), PT Surya Semesta Internusa (25 %), PT Daya Mulia Turangga (10 %), dan PT Jasa Sarana (10 %) dengan nilai investasi sebesar Rp7,5 triliun.

Jalan Tol akses Pelabuhan Patimban tersebut, rencana konstruksinya akan dimulai pada Januari 2022 dan ditargetkan beroperasi pada 2024.

Keberadaan Pelabuhan Patimban yang didukung akses dari jalan Pantura diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekspor yang bersumber dari kawasan industri di sekitar Cikarang-Cibitung-Karawang hingga Cikampek, dan memfasilitasi arus logistik nasional

Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan kontainer jadi proyek strategis nasional yang dibangun untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah sangat tinggi. (OL-1)

BERITA TERKAIT