24 September 2020, 10:09 WIB

AS Sebut Lukashenko bukan Presiden Belarus yang Sah


Fasutinus Nua | Internasional

AMERIKA Serikat mengatakan pihaknya tidak menganggap Alexander Lukashenko sebagai presiden sah Belarus setelah dilantik secara diam-diam di tengah protes massa terkait sengketa pemilihan.

Departemen Luar Negeri menegaskan mereka tidak yakin pemilihan 9 Agustus lalu di Belarus berlangsung bebas dan adil.

"Hasil yang diumumkan itu curang dan tidak memberikan legitimasi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri.

"Amerika Serikat tidak dapat menganggap Alexander Lukashenko sebagai pemimpin Belarusia yang terpilih secara sah," imbuhnya.

Baca juga:  Polisi Belarus Tangkap Ratusan Demonstran Perempuan

Lukashenko, sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin, mengklaim masa jabatan keenam meskipun ada klaim kecurangan yang dilakukannya. Selain itu, ribuan warga pun terus melakukan aksi ptotes yang dibalas dengan tindakan kekerasan dari pihak keamanan.

Polisi, pada Rabu (23/9), mengerahkan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan ribuan demonstran setelah berita pelantikan rahasia Lukashenko.

"Jalan ke depan haruslah dialog nasional yang mengarah pada rakyat Belarus menikmati hak mereka untuk memilih pemimpin mereka dalam pemilihan yang bebas dan adil di bawah pengawasan independen," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri.

"Pembebasan mereka yang ditahan secara tidak adil dan mengakhiri penindasan terhadap warga yang memprotes secara damai adalah langkah pertama menuju dialog nasional yang sejati".(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT