24 September 2020, 06:20 WIB

KJRI Cape Town Dampingi Pemulangan 22 Pelaut


(Van/Hym/X-11) | Internasional

KJRI Cape Town, Afrika Selatan, awal pekan ini mendampingi proses pemulangan 20 orang pelaut Indonesia pada kapal In Sung Ho asal Korea Selatan dari Kantor imigrasi Pelabuhan Cape Town.

Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri RI, mereka dipulangkan lantaran kontrak kerja telah selesai. Selain 20 WNI tersebut, ada juga 1 WNI yang bekerja di kapal Oryong No 805 yang akan pulang ke Indonesia.

"Mereka berangkat dari bandar udara internasional Cape Town untuk bergabung dengan pesawat repatriasi dari Johannesburg," tulis keterangan tersebut.

Mereka akan bergabung di Johannesburg dengan seorang pelaut Indonesia di kapal Ocean Makmur yang akan pulang dalam status pemulihan covid-19 dan pneumonitis.

"Khusus terhadap pelaut tersebut, KJRI Cape Town telah menugaskan seorang pegawai setempat untuk dapat mendampinginya hingga serah terima dengan pihak keluarga di Jakarta," ungkap Kemenlu.

Total 22 orang pelaut tersebut dalam kondisi fit untuk terbang dan membawa hasil tes PCR negatif. KJRI Cape Town pun telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan penyalur tenaga kerja dan pihak keluarga di Indonesia mengenai informasi jadwal kedatangan mereka.

Terpisah, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berhasil menyelamatkan empat warga negara Indonesia yang menjadi anak buah kapal dari Roma, Italia, yang dipekerjakan secara ilegal di negara tersebut.

Para WNI tersebut dieksploitasi di dua kapal, yaitu MV Ammiraglia RC1930 dan Carmela Madre.

"Kami menemukan kembali tindak pidana perdagangan orang terhadap ABK di atas kapal berbendera Italia," ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam konferensi pers virtual, kemarin.

Ia mengatakan keempat ABK diselamatkan oleh BP2MI atas bantuan informasi dan advokasi dari sebuah lembaga nonpemerintah yang bertempat di Belgia yaitu Indonesia Public Police Research and Advocacy.

Terdapat dua ABK yang sudah bekerja selama 11 bulan dan dengan sisa kontrak satu bulan. Dua pekerja migran lainnya baru bekerja sekitar selama dua bulan. Mereka semua berasal dari Tegal, Jawa Tengah. (Van/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT