24 September 2020, 05:10 WIB

Program Lumbung Pangan Tunjukkan Kemajuan


(Pra/Ins/Ant/E-1) | Ekonomi

Presiden RI Joko Widodo menjelaskan pelaksanaan lumbung pangan atau food estate di dua lokasi yang telah ditetapkan, yakni Kalimantan Tengah dan Sumatra Utara, sudah menunjukkan sejumlah kemajuan.

"Sudah ada sejumlah progres di lapangan, meskipun masih terdapat beberapa masalah yang perlu segera diselesaikan," ujar Presiden dalam Rapat Terbatas Lanjutan Pembahasan Food Estate, melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan masalah yang terjadi terkait dengan kepemilikan lahan di areafood estate yang kemudian menimbulkan sedikit persoalan.

"Tetapi, saya yakin dan saya minta menteri ATR/BPN bisa segera menuntaskan ini karena ini menyangkut sebuah area yang sangat luas," jelasnya.

Food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan.

Presiden menekankan penyediaan pangan nasional merupakan agenda strategis yang harus dilakukan dalam rangka mengantisipasi kondisi krisis pangan akibat pandemi covid-19 yang sudah berkali-kali diingatkan organisasi pangan dunia, FAO, mengenai krisis pangan dunia.

Terkait perkembangan program lumbung pangan itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan lahan seluas 30 ribu hektare di di Kalimantan Tengah siap digarap bulan depan.

Ia juga menyebut 44 hari dibutuhkan untuk pengelolaan lahannya dan dilanjutkan dengan penanaman khusus untuk food estate yang berkaitan dengan padi di Kalimantan Tengah.

Pihaknya menyediakan 10 ribu hektare di Pulang Pisau dan 20 ribu hektare ada di Pulau Kapuas. Menurutnya persiapannya sudah sangat matang.

"Kita berharap food estate muara akhirnya ada industri, katakanlah, kita berharap tidak menjual gabah di sana. Yang ada adalah jual beras, beras yang berkualitas yang bisa masuk ke marketplace, ke e-commerce," kata Yasin dalam keterangan tertulisnya.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang ikut hadir dalam ratas mengatakan bahwa pihaknya ditunjuk Presiden untuk membantu program lumbung pangan dalam hal penanaman singkong. Tujuannya agar tercipta swasembada bagi produk turunan dari singkong, seperti tepung tapioka untuk kebutuhan memproduksi roti dan mi instan. (Pra/Ins/Ant/E-1)

BERITA TERKAIT