24 September 2020, 04:30 WIB

Penanganan Wabah Harus Dibenahi


YP/RZ/RF/YH/N-3) | Nusantara

PANDEMI sudah membuat Edy Rahmayadi khawatir. Pasalnya, di Sumatra Utara tingkat kematian pasien terus mengalami kenaikan.

Selain itu, tingkat kesembuhan di provinsi ini juga berada di bawah rata-rata nasional. "Sumatra Utara menjadi salah satu provinsi dengan angka penularan tertinggi bersama tujuh provinsi lain," papar Gubernur Sumatra Utara itu, di Medan, kemarin.

Dari data memperlihatkan jumlah kasus harian baru memang tidak mengalami lonjakan. Hanya, angka kesembuhan justru menurun sehingga membuat angka kematian naik.

Daerah dengan tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional 71,7% ialah Jawa Tengah sebesar 64%, Sumatra Utara 59%, dan Jawa Barat 55%. "Pemerintah pusat telah meminta Pemprov Sumut menggulirkan sejumlah kebijakan, di antaranya memperbaiki seluruh fasilitas yang ada di rumah sakit. Sumut juga diminta segera membangun pusat karantina dan meminimalkan karantina mandiri," tambah purnawirawan jenderal bintang tiga itu.

Kebijakan lain ialah penutupan tempat hiburan, yakni karaoke dan pub karena diduga telah menjadi tempat penyebaran covid-19. "Operasi yustisi harus kami lakukan segera dan menjadikan hotel bintang 3 sebagai tempat isolasi warga positif, tapi tanpa gejala," lanjutnya.

Tingginya angka kematian juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kemarin, ada 47 kasus baru, 11 orang sembuh, dan 10 meninggal dunia.

Sampai kemarin, daerah ini mencatat jumlah kejadian total mencapai 224 kasus. "Selain mengimbau warga untuk tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan, dinas kesehatan bekerja melakukan pelacakan untuk memutus mata rantai penularan," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Deni Darmawan.

Sebaran kasus baru covid sudah terjadi di 12 dari 17 kecamatan. "Kami harus terus menggiatkan tes cepat dan tes usap secara masif. Kami berkejaran dengan waktu supaya penularan tidak semakin menyebar," lanjut Deni, yang juga kepala dinas kesehatan itu.

Di Bangka Belitung, meski angka kematian hanya 1 kasus, Gubernur Erzaldi Rosman Djohan mengaku masih ketar-ketir karena kasus positif baru terus bermunculan. "Kami fokus di Pangkalpinang karena pusat kota, masyarakatnya ramai dan padat."

Di ibu kota provinsi itu jumlah kasus sudah mencapai 138 dengan jumlah pasien sembuh 95 orang. "Salah satu upaya yang terus kami kawal di Pangkalpinang adalah melakukan upaya antisipasi dengan menggelar operasi yustisi untuk mendisiplinkan warga dengan protokol kesehatan," tambahnya.

Persoalan serupa juga dihadapi Padang Panjang, Sumatra Barat. Sudah 115 warga yang terjangkit covid-19. Sebanyak 89 di antaranya sembuh dan 26 masih menjalani isolasi. "Ada 13 yang dirawat di RSUD, 12 isolasi mandiri, dan 1 orang diisolasi di Pusdiklat Baso," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Ampera Salim. (YP/RZ/RF/YH/N-3)

BERITA TERKAIT