24 September 2020, 04:05 WIB

Ragam Cara Pemimpin Menjaga Daerahnya


(HT/AS/LD/TB/AT/AP/N-2) | Nusantara

KEMARIN, Ganjar Pranowo bertandang ke sejumlah warung di Kota Semarang. Bukan untuk jajan.

Gubernur Jawa Tengah itu hendak memastikan warung-warung itu menerapkan protokol kesehatan secara benar. Dia juga membawa isolasi berwarna dari rumahnya dan langsung menempelkannya di sejumlah kursi di beberapa warung.

"Niki disilang, sing disilang ora intuk dilungguhi (ini dikasih tanda silang, yang ada tandanya tidak boleh diduduki). Bakule ngilekke, sing tuku ampun nglungguhi solasi (pedagangnya mengingatkan, pembelinya tidak boleh duduk di atas solasi)," ujarnya kepada pemilik warung di Jalan Jolotundo.

Sang Gubernur juga membantu mengangkati kursi dan meja sehingga bisa lebih berjarak. Ganjar mengaku menerima laporan banyak warung yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Karena itu, ia datang.

Bupati Banyumas Achmad Husein sudah mengizinkan 15 objek wisata di wilayahnya membuka operasi lagi. Untuk mengawal penerapan protokol kesehatan, dia mencanangkan Wisata Siaga Candi di ke-15 objek itu.

"Seluruh objek wisata itu harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan. Jika ada petugas atau pengunjung yang terpapar, objek wisata itu akan ditutup lagi," tandasnya.

Di Sulawesi Tengah, Gubernur Longki Djanggola memilih memelototi sejumlah pintu masuk ke wilayahnya, yakni bandara, pelabuhan laut, dan perbatasan darat. "Mulai 28 September, pelaku perjalanan yang hendak masuk ke Sulteng harus memiliki hasil tes usap," tegasnya.

Dia juga meminta penugasan pejabat dan ASN untuk melakukan perjalanan dinas ke luar dari wilayah provinsi itu harus ditunda. "Kegiatan yang bersifat pengumpulan massa harus mendapat rekomendasi dari satgas covid-19," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X yakin covid-19 akan terus ada. "Dia tidak akan mencapai puncaknya terus menurun dan hilang. Karena itu, kami memilih terus melakukan pelacakan sehingga jumlah kasus barunya tidak terus meningkat."

Sultan mengaku tidak mempermasalahkan masih munculnya kasus covid-19. "Yang penting pasiennya hanya mengalami sakit ringan dan tidak menulari banyak orang." (HT/AS/LD/TB/AT/AP/N-2)

BERITA TERKAIT