24 September 2020, 06:05 WIB

Gelaran Pesta Marak di Swiss, 2.500 Mahasiswa Dikarantina


Faustinus Nua | Internasional

SEKITAR 2.500 mahasiswa dari sekolah perhotelan Swiss telah ditempatkan di karantina menyusul adanya lonjakan infeksi covid-19 di tengah maraknya pesta-pesta di negara itu.

Otoritas Swiss melaporkan sekitar 75% dari jumlah total mahasiswa di Sekolah Manajemen Perhotelan EHL Lausanne telah diminta tinggal di rumah hingga 28 September. Namun, mereka tetap mengikuti pembelajaran secara daring.

"Sejumlah wabah telah dilaporkan di dalam departemen yang berbeda, sehingga mustahil melakukan penguncian yang lebih bertarget terhadap 2.500 mahasiswa yang terlibat," kata otoritas di wilayah Vaud dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Prancis Umumkan Penutupan Tempat Hiburan dan Sektor Bisnis Lainnya

EHL, secara konsisten merupakan salah satu sekolah manajemen hotel terbaik di dunia. Sekolah itu mengenakan biaya sekitar 150.000 franc Swiss atau sekitar Rp2,4 miliar untuk program sarjana selama tiga tahun bagi mahasiswa internasional.

Hotel elite di Swiss dan sekolah katering menarik pelajar dari seluruh dunia meski menghadapi persaingan lainnya di Asia dan Timur Tengah.

Sejumlah pesta mahasiswa swasta yang diadakan baru-baru ini tampaknya menjadi sumber wabah. Lantas, otoritas regional telah memerintahkan penutupan semua diskotik di Vaud untuk membendung penyebaran covid-19.

Otoritas regional juga melarang pertemuan lebih dari 100 orang dan mewajibkan memakai masker di semua ruang publik. Di tempat bisnis, seperti toko-toko, kerumunan hanya diizinkan kurang dari 10 orang.

Swiss, dengan populasi sekitar 8,5 juta, bernasib relatif baik dalam gelombang covid-19 pertama. Tetapi, seperti beberapa negara Eropa lainnya, infeksi baru-baru ini telah mengalami lonjakan kasus baru yang cukup dikhawatirkan.

Negara Alpin itu telah melaporkan jumlah total infeksi covid-19 sebanyak 51.000 sejak dimulainya pandemi. Sekitar 4.800 dirawat di rumah sakit dan melaporkan 1.772 kematian. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT