24 September 2020, 05:46 WIB

Prancis Umumkan Penutupan Tempat Hiburan dan Sektor Bisnis Lainnya


Faustinus Nua | Internasional

OTORITAS Prancis, Rabu (23/9), memerintahkan penutupan bar dan restoran di Marseille serta memberlakukan jam malam di kota-kota lain, termasuk Paris, sebagai bagian dari upaya membendung lonjakan infeksi harian covid-19.

Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran telah meluncurkan kerangka kerja nasional baru pada Rabu (23/9). Pemerintah memberi rekomendasi kepada otoritas lokal sesuai kode warna baru negara, yakni merah, super-merah, dan area merah tua.

Kategori merah tua yang baru berlaku untuk Kota Marseille dan wilayah luar negeri Guadeloupe. Di wilayah itu, langkah-langkah yang sangat ketat diretapkan tidak hanya mewajibkan penguncian baru.

Baca juga: Bulgaria Perpanjang Darurat Covid-19 Hingga 30 November

"Di dua area merah tua, bar dan restoran harus ditutup sepenuhnya mulai Sabtu (26/9)," kata Veran, seraya menambahkan tindakan itu akan berlaku untuk periode selama dua minggu.

Untuk daerah super-merah, termasuk Paris dan beberapa kota lain, bar dan kafe diharuskan tutup pada pukul 22.00 mulai Senin (28/9).

Veran juga mengumumkan larangan pertemuan publik lebih dari 10 orang. Sementara kehadiran di acara-acara besar akan dibatasi hingga 1.000 orang dari 5.000 yang diizinkan saat ini.

Sebelumnya, sumber-sumber pemerintah mengatakan Wali Kota Paris Anne Hidalgo telah menolak keras pembatasan jam buka bar dan kafe di ibu kota. Dia beralasan hal itu akan menghancurkan sektor ekonomi.

Namun, seperti negara-negara Eropa lainnya dengan tingkat infeksi yang melonjak dalam sebulan terakhir, Prancis harus mengambil langkah segera.

Presiden Emmanuel Macron telah mengizinkan otoritas lokal mengadopsi kebijakan lokal tergantung pada tingkat keparahan wabah covid-19, daripada mengambil tindakan luas dari pemerintah pusat di Paris. (France24/OL-1)

BERITA TERKAIT