24 September 2020, 03:26 WIB

Muhyiddin Tolak Klaim Anwar


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PERDANA Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan pemimpin oposisi Anwar Ibrahimperlu membuktikan telah mendapat cukup dukungan dari anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. Muhyiddin juga menegaskan dirinya kini masih tetap menjadi perdana menteri yang sah di negara itu.

Sebelumnya Anwar Ibrahim mengumumkan telah mengumpulkan dukungan mayoritas suara dari anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. Dengan demikian, kata Ketua Partai Keadilan Rakyat itu, pemerintahan yang dipimpin oleh Muhyiddin Yassin saat ini telah jatuh.

“Pernyataan tanpa bukti itu sekarang perlu dibuktikan melalui proses dan metode yang ditentukan oleh Konstitusi Federal. Tanpa proses tersebut, pernyataan Anwar hanyalah klaim belaka. Sampai terbukti sebaliknya, pemerintah Perikatan Nasional tetap kukuh dan saya perdana menteri yang sah,” ujar Muhyiddin, kemarin.

“Saya menyerukan kepada warga agar tetap tenang dalam situasi ini. Insya Allah masalah ini akan ditangani dengan baik sesuai proses hukum dan konstitusi Federal,” tambahnya.

Muhyiddin, antara lain, masih mendapat dukungan dari Gabungan Partai Sarawak dan Partai PAS. “Kami masih tetap loyal dengan Muafakat Nasional dan Perikatan Nasional,” kata ketua PAS, Abdul Hadi Awang.

Dalam pernyataan terpisah, Istana Negara meminta warga Malaysia untuk tetap tenang karena negara masih memerangi pandemi covid-19. Dikatakan pula bahwa Raja Malaysia, Sultan Abdullah, mendesak semua pihak untuk memprioritaskan kesejahteraan rakyat di atas segalanya, terutama selama masa covid-19.

Pertemuan Raja Abdullah dengan Anwar Ibrahim telah ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Saya seharusnya mengadakan audiensi dengan Raja pagi ini, tetapi ditunda karena Yang Mulia dirawat di rumah sakit,” kata Anwar. Dia menambahkan telah berbicara dengan Raja melalui telepon pada Selasa (22/9) malam.

Ketika diminta untuk mengungkapkan daftar anggota parlemen yang mendukung dirinya, Anwar menjawab bahwa dia hanya akan mengungkapkan hal itu setelah bertemu dengan Raja.

Anwar mengklaim didukung oleh hampir dua pertiga mayoritas suara parlemen.

“Bukan 4, 5, atau 6 orang. Yang saya bicarakan lebih dari itu,” katanya.

Dukungan UMNO

Ketua Barisan Nasional, Ahmad Zahid Hamidi, mengatakan sebagian besar anggota parlemen UMNO dan BN telah menyuarakan dukungan mereka bagi Anwar Ibrahim untuk membentuk pemerintahan baru.

Zahid mengatakan menghormati keputusan yang dibuat oleh anggota parlemennya sendiri untuk meninggalkan koalisi politik yang dia pimpin dan melompat ke kubu seberang.

Dukungan untuk Anwar juga datang dari Partai DAP. “Kami berharap dia mampu membentuk pemerintahan yang kuat dan menyejahterakan rakyat,” ujar Wakil Ketua DAP, Chow Kon Yeow.

Sementara itu, mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad, menyatakan masih akan terus mengamati perkembangan. “Kita masih harus tunggu apakah klaim itu bisa dibuktikan,” ujarnya. Dia menambahkan Anwar sudah pernah membuat klaim serupa pada September 2008.

Mahathir juga kembali menegaskan bahwa dirinya sebenarnya tidak ingin mundur dari kursi PM awal tahun ini. “Kondisinya ialah koalisi bubar karena partai saya keluar dari pemerintahan koalisi Pakatan Harapan dan saya berhenti dari posisi perdana menteri. Jadi, hal itu terjadi di luar kehendak saya,” ujarnya. (AFP/NST/Van/X-11)

BERITA TERKAIT