24 September 2020, 02:44 WIB

Jokowi Serukan Vaksin untuk Semua


M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo mendorong penguatan kerja sama global dalam penanganan covid-19, baik dari sisi kesehatan maupun dampak
ekonominya. Dia juga menegaskan pentingnya kesetaraan bagi setiap negara untuk dapat mengakses vaksin covid-19 nantinya.

Presiden menyerukan hal itu dalam pidatonya di Sidang Ke-75 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dihelat secara virtual, kemarin. Inilah kali pertama Jokowi berpidato di Sidang Umum PBB sejak dia menjabat presiden pada 2014. Sebelumnya, dalam lima tahun terakhir, dia mendelegasikan tugas itu kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

‘’Kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua negara mendapatkan akses yang setara untuk vaksin yang aman dan dengan harga yang terjangkau,’’ kata Presiden dengan bahasa Indonesia dari rekaman yang sudah dibuat terlebih dulu.

Menurut Jokowi, vaksin akan menjadi game changer dalam perang melawan pandemi covid-19. Dia pun menekankan perlunya penguatan kerja sama dalam penanganan wabah serta dampak- dampak yang ditimbulkannya.

‘’Untuk jangka panjang, tata kelola ketahanan kesehatan dunia harus lebih diperkuat. Ketahanan kesehatan dunia yang berbasis pada ketahanan kesehatan nasional akan menjadi penentu masa depan dunia,’’ ucapnya.

Selanjutnya, Presiden Jokowi menegaskan reaktivasi kegiatan ekonomi harus mulai dilakukan dengan melakukan koreksi terhadap kelemahan-kelemahan global supply chain yang ada saat ini. Aktivasi ekonomi harus memprioritaskan kesehatan warga dunia.

‘’Dunia yang sehat, dunia yang produktif, harus menjadi prioritas kita. Semua itu dapat tercapai jika semua bekerja sama, bekerja sama, dan bekerja sama. Mari kita memperkuat komitmen dan konsisten menjalankan komitmen untuk selalu bekerja sama,’’ tandas Jokowi.

Selain memperkuat kerja sama dalam menangani pandemi, dia juga menyampaikan dua pemikiran lain. Pertama, PBB senantiasa harus berbenah diri melakukan reformasi, revitalisasi, dan efisiensi agar tetap relevan dan semakin kontributif menjawab segala tantangan zaman. Kedua, collective global leadership mesti diperkuat.

Hikmah pandemi

Pidato Jokowi di Sidang Umum PBB disambut positif oleh Ketua DPR Puan Maharani. Dia sepakat bahwa gotong royong skala global sangat penting dilakukan dalam melawan wabah korona.

“Kita harus ingat, tidak ada negara yang bisa mencapai keberlanjutan dengan cara bekerja sendiri, tidak ada pemerintah yang dapat berjalan sendiri, tidak ada orang yang dapat melakukannya sendiri,” kata Puan pada acara Trilogue Tsinghua Southeast Asia Center Cloud Forum Perayaan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Tiongkok di Jakarta.

Menurut pengamat politik Dewi Fortuna Anwar, kemunculan Jokowi di Sidang Umum PBB merupakan blessing in disguise atau hikmah di tengah pandemi. “Syukurlah, ada juga blessing in disguise dari sidang umum virtual ini sehingga Presiden baru pertama kali, for the first time.’’

Dewi menilai isi pidato Jokowi telah menyentuh isu-isu penting mengenai prinsip dasar politik luar negeri Indonesia. Dia menyebut antara lain soal rivalitas yang terjadi antarnegara selama pandemi covid-19 tanpa menyinggung satu negara pun.

“Presiden tadi menyampaikan kekhawatiran tentang meningkatnya rivalitas dan konfl ik di era covid-19 ini pun masih terjadi, tanpa menyebut nama. Meskipun kita kan tahu rivalitas yang paling utama ini antara Amerika Serikat dan Tiongkok,” jelas Dewi.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memanfaatkan forum Sidang Umum PBB untuk menyerang Tiongkok. Dia mengatakan Tiongkok harus dimintai pertanggungjawaban oleh dunia atas tindakan penanganan covid-19.

Trump menuduh Beijing hanya menjaga kepentingan sendiri ketika covid-19 pertama kali muncul di Wuhan akhir tahun lalu dan membiarkan virus mematikan itu menginfeksi dunia.

Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB Zhang Jun menilai tuduhan AS itu merupakan politisasi virus yang tak berdasar. “Kami ingin meningkatkan kepercayaan, bukan politisasi virus.’’ (Pra/Sru/Tri/Van/X-8)

BERITA TERKAIT