23 September 2020, 21:15 WIB

Kemendikbud Kaji Kurikulum Adaptif


Syarief Oebaidillah | Humaniora

TERJADI pandemi covid-19 yang belum menunjukan tanda tanda melandai menjadikan kurikulum harus adaptif pada keadaan serta perkembangan lingkungan.

"Masa pandemi covid 19 memerlukan kurikulum adaptif yang mengakomodasi keragaman Kurikulum harus dinamis sesuai perkembangan zaman," kata Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan ( Kapuskurbuk) Kemendikbud Maman Faturahman menjawab mediaindonesia.com, Rabu ( 23/9).

Maman mengutarakan Tim Pusat Kurikulum dan Perbukuan melakukan berbagai kajian tentang implementasi kurikulum nasional yang berlaku. Selain itu juga menerima berbagai kajian yang dilakukan masyarakat dan telah dipublikasikan.

Pada sisi lain , lanjut dia, terdapat instruksi Presiden agar kurikulum disesuaikan dan implementasi Merdeka Belajar dalam berbagai aspek dan jenjang pendidikan, termasuk menekankan aspek teaching at the right level memerlukan perubahan yang tepat.

Baca juga : Kemendikbud Akui Ada Provider Manfaatkan Momen Subsidi Kuota

Ia menyatakan jadwal uji publik yang melibatkan masyarakat sedang dibahas.

"Setelah kajian internal siap, Kemendikbud akan melibatkan pakar dan stakeholder terkait, " paparnya.

Namun Maman tidak menjelaskan mata pelajaran ( mapel) apa saja yang akan dilakukan kajian dalam kurikulum adaptif tersebut.

Pada bagian lain, praktisi pendidikan Indra Charismiadji menilai stigma ganti menteri ganti kurikulum tidak berubah. Ia menyaranka semestinya Kemendikbud membuat kajian terlebih dulu guna perbaikan mutu pendidikan Indonesia dapat dilaksanakan. "Ini sepertinya Kemendikbud lebih banyak membuat kegaduhan daripada kerja, kerja, kerja.Seperti sempat hebohnya isu penghapusan mapel Sejarah, isu Merdeka Belajar dan hebohnya Organisasi Penggerak, " pungkas Indra.(OL-2)

 

BERITA TERKAIT