23 September 2020, 20:53 WIB

Wabah Influenza Mengguncang Kamboja


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SEKITAR 600 orang dari delapan provinsi di Kamboja telah terinfeksi influenza dalam sebulan terakhir, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Or Vandine.

The Phnom Penh Post melaporkan kementerian telah menyarankan agar sangat berhati-hati. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh kementerian, infeksi influenza terjadi antara 15 Agustus dan 18 September.

Yang terinfeksi termasuk 36 biksu di Takeo, 46 di Battambang, 17 di Tbong Khmum dan 26 di provinsi Banteay Meanchey. Selain itu juga terinfeksi adalah 169 narapidana di Koh Kong dan 147 di Provinsi Preah Vihear. Di Provinsi Kampong Thom, 57 narapidana menerima perawatan.

Vandine mengatakan selain biksu dan narapidana, 67 orang yang tinggal di daerah Pusat Kesehatan Som Thom di Distrik O'Yadav, Provinsi Ratanakkiri, juga dinyatakan positif.

“Kelompok kerja dari delapan departemen kesehatan provinsi telah aktif dan tanggap dalam mencegah penyebaran penyakit dan memberikan pengobatan kepada para biksu dan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga : Anwar Sambut Muhyiddin Bergabung dengan Pemerintahan Baru

"Di Provinsi Kampong Thom, 15 persen telah pulih," imbuhnya.

Vandine mengatakan kepada The Phnom Penh Post, Minggu lalu, hingga 20 September, tidak ada kasus influenza baru.

Kementerian mengatakan tidak ada kasus covid-19 baru yang ditemukan selama liburan Pchum Ben.

"Analisis laboratorium dari kasus-kasus ini dari National Institute of Public Health dan Institute Pasteur du Cambodge menunjukkan tidak ada kasus covid-19, tetapi hasilnya positif untuk virus influenza A (H3N2), yang juga dapat menular," kata Vandine.

Menteri Kesehatan Mam Bun Heng meminta para biksu untuk mengambil tindakan pencegahan seperti yang diinstruksikan oleh dokter untuk menghindari penyebaran influenza. (NST/OL-2)

 

BERITA TERKAIT