23 September 2020, 17:44 WIB

Selain Covid-19, Babel Waspadai Merebaknya DBD


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

JUMLAH kasus Demam berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Kepulauan Bangka  Belitung (Babel) hingga Agustus 2020 sebanyak 864 kasus, jumlah ini
melampaui warga terpapar covid-19 yang hanya 320 kasus.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Provinsi Babel, Eva Lusi mengatakan dari Januari-Agustus ada 864 kasus DBD, 2 kasus diantaranya yang berasal dari Kabupaten Bangka Tengah meninggal.

Ia menyebutkan, jumlah kasus DBD ini, mengalahkan positif covid-19 di Babel. Hal ini tentu saja harus di waspadai. Terlebih di musim penghujan.

"Paling banyak ada di Bangka Tengah, jadi secara total di bulan Agustus ada 30 kasus. Jauh menurun dibandingkan Januari yang 200 lebih," kata Eva, Rabu (23/9).

Ia merincikan, 864 kasus dalam rentang Januari hingga Agustus 2020 tersebar di Kabupaten Belitung yakni 337 kasus. Selanjutnya Bangka Tengah 178 kasus, Bangka Barat 98 kasus, Pengkalpinang 91 kasus, Bangka 71 kasus, Bangka Selatan 61 kasus, dan Belitung Timur 28 kasus.

Tingginya kasus DBD tahun ini, diharapkannya masyarakat  harus waspada. Dengan selalu ‎‎menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kemudian menguras tempat-tempat genangan air yang menjadi sarang nyamuk tersebut.

"Masyarakat harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, bagaimana tidak ada lagi perindukan-perindukan nyamuk. kalau di DBD itu ada dua yakni pengendalian vektornya seperti apa dan penanganan pada pasien seperti apa," ujarnya.

Pihaknya menghimbau, masyarakat agar dapat memperhatikan dan  membersihkan setiap genangan air di sekitar rumah, sehingga tidak muncul jentik-jentik nyamuk. Terlebih jika pada musim penghujan, karena  kecenderungan peningkatan kasus DBD tertinggi ketika curah hujan tinggi. (R-1)

BERITA TERKAIT