23 September 2020, 17:44 WIB

Pemerintah Perluas Penyaluran KUR bagi UMKM


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PEMERINTAH memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM mitra platform digital yaitu Gojek, Grab Indonesia, Tokopedia, dan Shopee Indonesia. Sedangkan penyaluran kredit dilakukan oleh BRI, Mandiri dan BNI.

Ke depan, pengambil kebijakan berharap perluasan penyaluran KUR juga dapat dilakukan oleh 42 penyalur KUR lainnya. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Penyaluran KUR Mitra Platform Digital di kantornya, Rabu (23/9).

Hingga saat ini, total KUR yang telah disalurkan oleh bank penyalur mencapai Rp31,08 miliar kepada 294 debitur UMKM. Dari total itu di dalamnya terdapat penyaluran KUR Super Mikro sebesar Rp70 juta kepada 8 UMKM.

"Penyaluran KUR hari ini merupakan tahap awal yang akan ditindaklanjuti dengan penyaluran KUR kepada 12 juta UMKM mitra platform digital yang potensial menerima KUR," ujar Airlangga.

Realisasi KUR tersebut, kata dia, menambah kinerja penyaluran KUR sejak Januari hingga 18 September 2020 yang mencapai Rp111,21 triliun atau 58,53% dari target penyaluran KUR tahun 2020 sebesar Rp190 triliun. Penyaluran itu diberikan kepada 3,28 juta debitur.

Kualitas KUR juga disebut berada dalam kondisi yang baik. Sebab, tingkat Non Performing Loan (NPL/kredit bermasalah) tejaga di angka 0,87% hingga September 2020. Itu juga dikuatkan dengan permintaan penambahan plafon oleh beberapa penyalur KUR.

Dus, total plafon KUR tahun 2020 yang telah didistribusikan sebesar Rp208,85 triliun yang termasuk plafon KUR Super Mikro dan permintaan tambahan plafon KUR untuk skema lainnya sebesar Rp11,3 triliun.

"Upaya Pemerintah dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk platform digital diharapkan dapat menumbuhkan kembali aktivitas usaha UMKM dan mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional," ujar Airlangga.

Di kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Mikro Bank BRI Supari mengungkapkan, fokus perseroan saat ini diarahkan untuk menolong dan mendukung UMKM agar bertahan dan mampu bangkit dari tekanan dampak pandemi covid-19. Akselerasi penyaluran KUR secara digital menjadi salah satu upaya yang dilakukan.

"Kami bekerja sama dengan sejumlah startup unicorn untuk mengakselerasi penyaluran KUR secara digital. Melalui inisiatif ini, diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses pembiayaan KUR serta meningkatkan penyerapan KUR. Sehingga kami dapat membantu UMKM untuk terus bertahan di masa pandemi dan usahanya kembali bangkit," tuturnya.

Baca juga :Hadapi Pandemi, Kementan Dorong Konsumsi Pangan Sehat dan Beragam

Sementara, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang menyatakan, fasilitas kemudahan akses kredit sedianya telah diberikan oleh Mandiri. Melalui kerja sama platform digital dengan UMKM ini diharapkan akselerasi penyaluran KUR dapat berjalan optimal.

"Ini kami harapkan para pelaku UMKM yang merupakan mitra platform digital bisa terus mengembangkan usahanya walau di tengah pandemi covid-19. Bank Mandiri juga sudah meluncurkan aplikasi digital, yaitu Mandiri Pintar di mana aplikasi ini sudah dapat mengakomodir proses kredit secara digital sehingga untuk administrasi dan keputusan kredit dapat diperoleh dalam waktu 15 menit sejak data debitur diinput ke sistem Mandiri Pintar, ini sangat praktis karena proses pengajuan dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja," jelas Donsuwan.

Sedangkan Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengungkapkan, kerja sama ini akan memberikan dampak sosial yang positif. Oleh karenanya Gojek mendukung penuh upaya pemerintah untuk mendorong sektor UMKM kembali bergeliat di tengah pandemi.

"Sebagai bagian dari dukungan Gojek ke mitra UMKM, Gojek sangat berbangga hati dapat kembali dipercaya menjadi mitra pilihan pemerintah untuk memfasilitasi kesempatan bagi para mitra usaha Gojek mengakses program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Suku Bunga 0%, inisiatif dari Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian) yang disalurkan oleh Bank Himbara (Himpunan Bank Negara)," tuturnya.

Vice Chairman dan Co-Founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison mengutarakan, dukungan yang diberikan pemerintah kepada UMKM melalui perluasan KUR patut diapresiasi. Terlebih saat ini Tokopedia memiliki lebih dari 9 juta mitra UMKM.

"Ada yang memulai dan mengembangkan usahanya. Hampir 100% dari mereka adalah UMKM, bahkan 94%nya berskala ultra mikro. Kami berharap, kemudahan akses permodalan ini dapat dimanfaatkan para pegiat usaha sebaik-baiknya agar mampu mendorong laju pemulihan ekonomi Indonesia yang saat ini terdampak pandemi," kata Leontinus.

Senada, Direktur Shopee Indonesia Christin Djuarto mengapresiasi inisiatif kerja sama yang digagas pemerintah untuk memperluas penyaluran KUR. Diharapkan akan banyak UMKM yang terbantu dan mampu bertahan di tengah tekanan pandemi covid-19.

"Memang diperlukan sinergi berkelanjutan dari pemerintah dan pihak swasta. Oleh karenanya, dengan jangkauan dan fasilitas yang kami memiliki sebagai perusahaan berbasis teknologi, Shopee terus berupaya menghadirkan wadah serta program yang dapat memberikan akses digital kepada para pelaku UMKM serta membantu bisnis mereka tetap bertumbuh ke depannya," jelasnya.

Adapun pemerintah telah mengeluarkan ragam kebijakan untuk mendukung UMKM agar bertahan dan terus menjalankan usahanya di tengah pandemi. Sebab, UMKM merupakan sektor strategis bagi perekonomian nasional dengan konrtibusinya terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 61,1% serta kemampuannya untuk menyerap 97% atau 116,9 juta tenaga kerja di Tanah Air.

Pemerintah telah melonggarkan kebijakan KUR melalui pemberian subsidi bunga KHR sebesar 6% hingga akhir tahun 2020. Dengan demikian, suku bunga KUR di 2020 menjadi 0% untuk semua jenis skema KUR.

Selain itu, pemerintah juga membuat skema KUR baru yaitu KUR Super Mikro. Sasaran utamanya ialah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif. Skema itu disalurkan dengan suku bunga 0% sampai dengan 31 Desember 2020.

Dalam kebijakan itu, pemerintah memberikan kemudahan persyaratan seperti tidak ada jaminan tambahan dan minimum lama usaha calon penerima KUR dan digantikan dengan keikutsertaannya dalam program pendampingan atau pelatihan. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT