23 September 2020, 17:34 WIB

Ini Kata Menhub Terkait Pelecehan Dilakukan Petugas di Soeta


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MEMALUKAN, hal itu ditegaskan  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait perilaku pelecahan yang dilakukan petugas rapid test di Bandara Soekarno Hatta beberapa hari lalu

"Petugas rapid yang melakukan tindakan yang tidak menyenangkan, atau tidak baik dalam beberapa jam sudah tersebar ke seluruh tanah air dan itu satu tindakan yang memalukan," ungkap Budi dalam webinar ' Resiliensi Kinerja dan Srategi Pemulihan Bisnis Transportasi Udara', Jakarta, Rabu (23/9)

Budi menegaskan agar petugas bandara di mana pun tidak melakukan tindakan tercela seperti pelecehan terhadap penumpang.

"Protokol kesehatan harus tetap dibangun dan dikawal, teman-teman bandara tidak boleh melakukan kegiatan yang menodai pekerjaan," kata Budi.

Baca juga : SKK Migas dan Kontraktor Targetkan 1 Juta Barel Minyak per Hari

Ia menyebut saat ini sektor penerbangan mulai bangkit perlahan di masa pandemi. Budi meminta pihak otoritas penerbangan bandara baik di Soetta atau di tempat lain menjaga kepercayaan publik soal keamanan dan keselamatan selama di bandara dan penerbangan.

"Banyak masyarakat yang dihinggapi rasa takut terpapar covid-19. Harus dikawal saat mereka datang ke bandara. Kita enggak mau unit kerja ini mengakibatkan orang terpapar atau punya rasa takut," pungkas Budi.

Sebelumnya, polisi segera memeriksa petugas medis berinisial EFY terkait dugaan pelecehan seksual dan pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. EFY merupakan petugas PT Kimia Farma yang bertugas menyiapkan rapid test covid-19 (korona) di bandara.

Pihaknya telah bekerja sama dengan pihak bandara untuk meminta CCTV. Polisi juga berkoordinasi dengan PT Kimia Farma sebagai penanggung jawab rapid test

"Secepatnya kita lakukan pemeriksaan untuk bisa menentukan tindak lanjut ke depannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, (21/9). (OL-2)

 

BERITA TERKAIT