23 September 2020, 17:33 WIB

Paslon Positif Korona, Dua KPU Ini Tunda Penetapan


Lina Herlina | Nusantara

DARI 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang menggelar Pilkada serentak tahun ini, dua daerah menunda penetapan calon kepala daerah yang maju dalam pertarungan pemilihan kepala daerah. KPU Luwu Utara dan KPU Luwu Timur menunda menetapkan masing-masing pasangan calon kepala daerah yang bertarung di wilayah itu. Penyebabnya kontestan belum menjalani tes kesehatan karena salah satu kandidat terinfeksi virus covid-19.

Mereka yang ditunda penetapannya ialah pasangan Arsyad Kasmar-Andi Sukma, bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara yang diusung oleh Partai Gerindra, Hanura dan PKS, serta Irwan Bachri Syam-Andi Rio Patiwiri, bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur yang diusung Partai NasDem dan Gerindra. Di Luwu Utara yang positif bakal calon bupatinya Arsyad Kasmar. Demikian pula di Luwu Timur, yang positif bakal calon bupati Irwan Bachri Syam.

Komisioner KPU Lutra, Hayu Vandy mengungkapkan pihaknya saat ini telah menerima hasil pemeriksaan PCR pasangan Arsyad Kasmar-Andi Sukma (Akas) dan sudah dinyatakan negatif. Tapi belum ada pemeriksaan kesehatan.

"Kami sudah bersurat ke tim pemeriksa, baik itu pihak IDI (Ikatan Dokter Indomesia) dan BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) untuk meminta jadwal kapan bisa waktunya untuk melanjutkan tahapan pasangan tersebut. Setelah ada hasil, mereka baru bisa ditetapkan, jika memenuhi syarat sesuai rekomendasi tim pemeriksa kesehatan," urai Hayu.

baca juga: Lima Paslon Bersaing di Pilkada Ngada

Sehingga, baru dua dari tiga pasangan yang ditetapkan KPU Luwu Utara sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati, yaitu Indah Putri Indriani-Suaib Mansur yang diusung Golkar, PDI Perjuangan, PPP, Demokrat dan PAN. Serta pasangan Muh Thahar Rum-Rahmat Laguni yang diusung NasDem, PKB dan Perindo.

Terpisah, Komisioner KPU Luwu Timur, Adam Safar mengatakan pihaknya saat ini, masih menunggu jadwal pemeriksaan kesehatan dari tim pemeriksa setelah bakal calon dinyatakan negatif. 

"Kalau sudah hasilnya dari pemeriksaan kesehatan baru kita jadwalkan lagi penetapanya," ujarnya.
 

BERITA TERKAIT