23 September 2020, 17:15 WIB

Inovasi Untar Kerek Peringkat Nasionalnya


mediaindonesia.com | Humaniora

Sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, Universitas Tarumanagara (Untar) terus berinovasi untuk memberikan pendidikan berkualitas yang berlandaskan IPE (Integritas, Profesionalisme, dan Entrepreneurship). Hal ini dibuktikan Untar dalam pencapaiannya di masa Pandemi Covid-19.

Bertepatan dengan Hari Peringatan Kemerdekaan ke-75 RI, Untar memperoleh peringkat ke-31 secara nasional pada klasterisasi/pemeringkatan perguruan tinggi tahun 2020. Pemeringkatan ini diumumkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), Selasa (18/8).

Dengan meningkatnya peringkat Untar secara Nasional, maka peringkat sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menempati peringkat ke-7 terbaik pada klasterisasi yang diikuti 2.136 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia ini. Pencapaian ini merupakan peningkatan dari perolehan di tahun 2019 yaitu peringkat ke-34 perguruan tinggi nasional dan peringkat ke-8 PTS nasional. Sedangkan untuk posisi peringkat PTS terbaik di Jakarta, Untar masih mempertahankan sebagai peringkat ke-3 terbaik.

Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan secara khusus mengucapkan apresiasinya atas pencapaian ini. "Kami menghaturkan terima kasih atas semua dukungan, partisipasi, dan kontribusi Bapak Ibu dosen, karyawan, mahasiswa, alumni, Yayasan Tarumanagara, dan semua stakeholders sehingga Untar dapat memperoleh prestasi ini," ungkapnya.

Prof. Agustinus menyampaikan bahwa peningkatan peringkat tahun 2020 ini menunjukkan bahwa pengelolaan Untar makin baik. Ini juga disertai dengan capaian berbagai program kerja, baik dari sisi penjaminan mutu, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan kemahasiswaan, dan berbagai karya inovasi yang telah dihasilkan.

Hal ini juga menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra dan putrinya ke Untar, serta pertanggungjawaban atas berbagai kolaborasi yang telah dibangun Untar, baik dengan berbagai institusi dalam maupun luar negeri.

Ketua Yayasan Tarumanagara Dr. Gunardi Lie, S.H., M.H. mengapresiasi kenaikan peringkat Untar secara nasional tahun 2020 ini. "Saya atas nama Yayasan Tarumanagara mengucapkan selamat atas prestasi Untar masuk dalam ranking 31 PT di Indonesia dan 10 besar PTS di Indonesia menurut versi Kemendikbud RI tahun 2020. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak/Ibu pimpinan Universitas, Fakultas, Jurusan dan Prodi, serta seluruh Orma di Untar atas kerja kerasnya. Terima kasih juga, kami sampaikan kepada Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan atas kepemimpinannya membawa Universitas Tarumanagara pada Ranking PT dan PTS Nasional yang semakin tinggi. Untar untuk Indonesia," tutur Dr. Gunardi.

"Mari kita terus bersinergi, berkolaborasi dan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas kegiatan tri dharma perguruan tinggi di Indonesia, untuk mendukung program Indonesia maju," pungkas Rektor.

Direktur Jenderal Dikti (Dirjen Dikti) Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D. menjelaskan bahwa tujuan utama klasterisasi perguruan tinggi berfungsi untuk menyediakan informasi kepada masyarakat umum tentang kualitas kinerja perguruan tinggi di Indonesia.

"Klasterisasi menyediakan landasan bagi pengembangan kebijakan pembangunan, pembinaan perguruan tinggi serta untuk mendorong perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan," jelasnya.

Prof. Nizam lebih lanjut mengungkapkan bahwa terdapat empat aspek utama yang digunakan untuk menilai kinerja perguruan tinggi pada klasterisasi tahun 2020 ini. Yaitu mutu sumber daya manusia dan mahasiswa (input), pengelolaan kelembagaan perguruan tinggi (proses), capaian kinerja jangka pendek yang dicapai oleh perguruan tinggi (output), dan capaian kinerja jangka panjang perguruan tinggi (outcome).

“Perguruan tinggi yang sudah maju akan kami dorong untuk berlari lebih kencang. Bagi yang masih berada di bawah maka akan kami berikan pembinaan khusus. Selain itu, prinsip saling membantu juga perlu ditekankan agar perguruan tinggi yang sudah di atas bisa turut membantu pembinaan dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi yang berada di bawahnya,” sambung Guru Besar Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.  (Untar.ac.id/OL-10)

BERITA TERKAIT