23 September 2020, 17:14 WIB

Stok Pupuk Bersubsidi Aman Jelang Musim Tanam


Nurul Hidayah | Nusantara

JELANG musim tanam, PT Pupuk Indonesia siapkan stok mulai dari lini 1 hingga tingkat distributor. Stok pupuk terdiri dari pupuk bersubsidi dan pupuk non subsidi. Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana menjelaskan bahwa PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan pasokan pupuk untuk memenuhi 
kebutuhan petani jelang musim tanam ini. 

"Terdiri dari 1,78 juta ton untuk pupuk bersubsidi dan 873.336 ton untuk pupuk non subsidi," kata Wijaya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9).

Jumlah tersebut menurut Wijaya tersebar mulai dari lini I hingga lini IV atau hingga level distributor. Rinciannya 1,78 juta ton pupuk bersubsidi terdiri dari 955.107 
ton urea, 411.891 ton NPK, 141.372 ton SP-36, 137.731 ton ZA dan 141.426 ton pupuk organik. 

"Angka ini sudah melebihi ketentuan stok minimum sebesar 273.293 ton," ungkapnya.  

Stok pupuk bersubsidi tersebut disiapkan oleh produsen pupuk yang terdiri dari PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwijaya. Jika ada petani yang mengalami kekurangan atau kehabisan alokasi, Pupuk Indonesia Grup menurut Wijaya juga menyiapkan stok pupuk non subsidi di 
kios-kios resmi sebanyak 873.336 ton. 

"Stok pupuk non subsidi juga tersedia mulai dari lini I hingga ke kios-kios pupuk resmi," ungkap Wijaya. 

Ini bertujuan mengantisipasi petani yang kebutuhannya belum tercukupi dan petani yang tidak terdaftar dalam e RDKK. Wijaya juga mengungkapkan selama masa peralihan penerapan kartu tani, Pupuk Indonesia berupaya memastikan petani tetap bisa membeli pupuk bersubsidi dengan mudah. 

"Sekalipun belum memiliki kartu," ungkap Wijaya.  

baca juga: Harmonisasi Adaptasi Kebiasaan Baru Untuk Pulihkan Pariwisata DIY 

Sebab, produsen dan distributor pupuk tetap dibolehkan menyalurkan pupuk subsidi kepada petani dengan catatan petani tersebut sudah terdaftar dalam sistem e-RDKK. Pengecualian atau relaksasi tersebut berlaku bagi petani yang belum memiliki kartu tani atau bagi daerah dimana kios pupuknya belum memiliki mesin  electronic Data 
Capture (EDC). 

"Asalkan terdaftar dalam Kelompok Tani dan e-RDKK, tetap dapat menebus pupuk bersubsidi secara manual," ungkap Wijaya. 

Sedangkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga 20 September 2020 telah mencapai 6,28 juta ton. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT