23 September 2020, 17:13 WIB

SKK Migas dan Kontraktor Targetkan 1 Juta Barel Minyak per Hari


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan 98 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sepakat untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD).

Hal itu disampaikan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam kegiatan “1st CEO Forum 2020" secara virtual, Rabu (23/9).

“Dari diskusi yang ada, KKKS antara lain meminta dukungan pada proses perizinan yang masif, percepatan komersialisasi agar pengembangan lapangan dapat segera dilakukan dan menargetkan long term plan produksi 1 juta barel minyak per hari," ungkap Dwi dalam keterangan resminya.

Pada tahun 2021, Pemerintah telah menetapkan target lifting minyak sebesar 705 ribu BOPD dan gas sebesar 5.638 juta standar kaki kubik (MMSCFD). Dwi juga menambahkan SKK Migas dan KKKS sepakat mengusahakan produksi migas nasional tahun depan tidak mengalami penurunan sehingga dapat memenuhi target yang ditetapkan.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan usulan KKKS dalam pre-WP&B (Work Program & Budget) 2021, SKK Migas akan mengidentifikasi langkah-langkah tambahan agar target lifting tersebut tercapai.

"Oleh karena itu SKK Migas tadi mempersilahkan KKKS segera mengajukan rencana tambahan dan akan kami proses lebih cepat. Harapannya mulai awal tahun 2021 semua kegiatan sudah bisa dilaksanakan sehingga target dapat dicapai,” jelas Dwi.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial meminta SKK Migas bersama KKKS untuk bekerja lebih keras mengingat saat ini kondisi masih belum kembali normal.

Baca juga : Di Pertemuan G20, Mendag: Indonesia Sudah Batasi Ekspor Masker

“SKKMigas dan KKKS perlu memiliki pandangan yang sama dan melakukan effort yang lebih besar untuk dapat menjalankan kegiatan operasional migas yang baik,” katanya.

Pemerintah, sebut Ego, akan menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Hal ini ditunjukkan dengan kebijakan pemberian insentif dalam kegiatan usaha hulu migas yang akan terus diupayakan.

“Dengan adanya insentif-insentif, kami berharap agar para KKKS dapat fokus kepada aktivitas operasional untuk mengisi gap guna mencapai target yang ditetapkan Pemerintah,” ujar Ego.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Budiman juga menyampaikan hal senada. Pihaknya memiliki tantangan decline yang tinggi karena mengelola mature asset.

"PHE telah mempersiapkan development well, workover, dan well service, termasuk lokasi, rig, dan kontrak-kontrak dengan lebih baik sehingga di awal tahun 2021 sudah bisa melakukan pekerjaan. Kami berharap kersama yang penuh, sehingga perlaksanaanya menjadi lancer,” tutur Budiman.

Presiden Premier Oil Garry Selbie juga menyampaikan usaha peningkatan produksi akan menguntungkan negara karena multiplier effect dari usaha-usaha peningkatan produksi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT