23 September 2020, 13:00 WIB

Pemerintah Fokus Jalankan 3 Program untuk Bantu Dunia Usaha


Despian Nurhidayat | Ekonomi

MENTERI Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) Teten Masduki menegaskan bahwa saat ini pemerintah tengah fokus untuk menjalankan tiga program untuk membantu dunia usaha dalam menghadapi pandemi covid-19.

Ketiga program tersebut yakni menyelesaikan permasalahan cash flow usaha, pendampingan usaha agar mampu beradaptasi, dan berinovasi saat pandemi dan membantu penyerapan produk UMKM.

Baca juga: 90% Omzet UMKM Turun Akibat Pandemi, Ini Strategi Pemerintah

"Untuk cash flow usaha ini saya kira sangat berkaitan dengan kepentingan pemulihan ekonomi nasional. Lalu kita juga melakukan pendampingan-pendampingan di masa pandemi ini untuk melakukan adaptasi dan inovasi usaha yang disesuaikan dengan market. Terakhir kita juga ingin membantu penyerapan produk UMKM," ungkapnya dalam webinar Solusi Penyerapan dan Pembiayaan Kopi di Tengah Pandemi, Rabu (23/9).

Menurut Teten, pemerintah melihat daya beli saat ini hanya ada di tangan pemerintah, pemerintah daerah, dan BUMN. Maka dari itu pemerintah tengah menggenjot belanja untuk menjaga daya beli.

"Tahun ini ada Rp321 triliun (belanja pemerintah), lalu belanja BUMN sekarang Capex (pengeluaran modal) Rp14 miliar ke bawah sudah ditentukan (untuk membeli produk UMKM) dan juga ada belanja di Kemendikbud yang cukup besar untuk pengadaan sekolah. Ini juga bisa di optimalkan untuk vendornya dari UMKM," kata Teten.

Teten memperkirakan perekonomian Indonesia masih cukup berat dan pemerintah masih berupaya di kuartal III-2020 ini tidak mengalami angka pertumbuhan negatif atau tidak masuk jurang resesi.

Maka dari itu, pemerintah memfokuskan diri untuk melakukan spending atau belanja pemerintah agar di kuartal III-2020 tidak mengalami angka pertumbuhan negatif atau paling tidak kontraksinya tidak terlalu tajam.

"Tapi memang semua bergantung penanganan covid-19. Berapa pun belanja pemerintah dan BUMN, saya kira tidak mungkin bisa kembalikan kekuatan daya beli masyarakat dan ekonomi nasional seperti sedia kala. Jadi kita harus persiapkan karena situasi akan cukup berat sampai kuartal I-2021," pungkasnya. (Des/A-1)

BERITA TERKAIT