23 September 2020, 15:06 WIB

Daihatsu Kampanyekan Gerakan Defensive Driving


mediaindonesia.com | Otomotif

BEKERJA sama dengan GT Radial, Daihatsu kembali menyelenggarakan kegiatan safety driving yang kali ini mengangkat tema 'Aggressive VS Defensive Driving'. Kegiatan ini ditayangkan di IG Live dengan tajuk Ngobrol Asyik pada Sabtu, (19/9).

Program yang dapat diakses melalui kanal Instagram @daihatsuind ini merupakan acara edukasi yang dapat diikuti oleh Sahabat Daihatsu di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga mengajak masyarakat agar selalu menjaga perilaku berkendara yang aman demi mengurangi potensi kecelakaan.

Pada acara berdurasi 50 menit ini, Senior Instructor dari SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia) Sony Susmana sebagai narasumber mengajak Sahabat Daihatsu untuk berkendara secara defensive, karena mayoritas angka kecelakaan yang terjadi di jalan raya disebabkan oleh gaya mengemudi aggressive.

Sony memaparkan bahwa defensive driving merupakan perilaku mengemudi yang mengedepankan sisi proaktif, yang artinya berpikir panjang, mencegah sebelum terjadi, dan melakukan antisipasi, sehingga potensi bahaya dapat dicegah dan dapat meminimalisasi potensi kecelakaan.

Sama halnya dengan safety driving, secara prinsip defensive driving bertujuan meminimalisasi risiko bahaya. Namun, perbedaannya adalah safety driving memerlukan kemampuan/skill berkendara yang baik dan benar.

“Untuk dapat mengemudi secara defensive driving cukup mudah. Selalu berpikir positif, toleransi, sopan, berbagi, jaga jarak kendaraan, jaga kecepatan, kontrol emosi, atur manajemen waktu perjalanan, utamakan keselamatan orang lain dan tidak 'seruntulan',” ujar Sony.

Lain halnya dengan aggressive driving, tipe ini biasanya didominasi oleh green driver yang pada umumnya adalah pengemudi pemula, berusia muda dengan jam terbang sedikit, emosinya tidak stabil, dan sering show off. 

Ciri-ciri tipe ini adalah ngebut dengan kecepatan yang tidak konsisten, berjalan zig-zag tanpa memberikan lampu isyarat (sign), serta kerap melakukan akselerasi dan deselerasi kasar.

Perilaku green driver tidak patut dicontoh dan pihak berwajib harus jeli dalam menertibkan mereka agar kondisi lalu lintas menjadi lebih baik. Karena jika dibiarkan, tipe ini akan menjadi pengemudi pemicu kecelakaan. Statistik data kecelakaan di Indonesia, pengemudi model ini menjadi penyumbang kecelakaan tertinggi dengan persentase 55%. 

Menurut Customer Satisfaction & Value Chain Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Elvina Afny, acara IG Live Ngobrol Asik adalah bentuk komitmen Daihatsu untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. 

"Dalam tiga tahun terakhir ini, Daihatsu bersama GT Radial tanpa henti memberikan edukasi tentang keselamatan berkendara. Ini merupakan tanggung jawab kami dalam menjaga keluarga sahabat Daihatsu agar dapat terus berkendaraan secara aman,” tutup Elvina Afny. (S-4)

BERITA TERKAIT